Kisah Togog, Semar, dan Pembersihan Republik Liliput

Lihat Detail

Deskripsi

Eyang Manikmaya mengalihkan pandangannya dari pusaran Nebula Andromeda ke sebuah titik biru pucat di Galaksi Bima Sakti, planet yang oleh para penghuninya disebut Bumi. Teleskop Hubble hanyalah alat; yang melihat adalah mata batin Sang Maha Saksi. 

Selama dua puluh tahun, Dia mengamati Republik Liliput. Sebuah negeri paradoks: tanahnya subur bagai Taman Eden, perut gunungnya menyimpan emas, nadi sungainya mengalirkan susu dan madu, namun rakyatnya berjalan terseok-seok dengan perut keroncongan. Di negeri itu, padi menguning tetapi petani buntung, ikan melompat-lompat tetapi nelayan tenggelam dalam utang, minyak bumi menyembur tetapi kampung-kampung gelap gulita tanpa listrik.

Penyakitnya sudah diketahui: Rent-Seeking Syndrome Akut Stadium IV. Para pemburu rente, sejenis makhluk berkepala manusia berbadan lintah, telah menguasai seluruh aliran darah negeri itu. Mereka tidak menghisap darah; mereka menghisap anggaran, izin, kuota, subsidi, dan setiap tetes keringat rakyat. Ilmu kedokteran politik telah mendiagnosisnya dengan tepat melalui kitab-kitab suci para begawan ekonomi: Tullock [1], Krueger [2], Olson [3], Winters [4], dan Acemoglu-Robinson [5]. Namun, para tabib di negeri itu justru disekap, dikriminalisasi, atau, lebih celaka lagi, dijadikan bagian dari penyakit itu sendiri.

Lihat Detail

Tentang Produk

Loading...