Kritik Determinisme Seksual Freud: Dari Adler, Jung, Horney, hingga Neurosains Modern dan Teori Keterikatan

Lihat Detail

Deskripsi

DESCRIPTION

Di sebuah ruang konsultasi yang pengap oleh bau asap cerutu dan cairan kokain, ya, Freud adalah pengguna dan promotor kokain sebelum bahayanya dikenal luas, seorang dokter Yahudi berjanggut rapi sedang kebingungan. Pasien-pasiennya, kebanyakan perempuan borjuis Wina, datang dengan gejala-gejala aneh: kelumpuhan tanpa sebab fisik, kebutaan mendadak, kejang-kejang tanpa epilepsi. Diagnosis zaman itu menyebutnya "histeria."

Sang Penemu yang Putus Asa

Tapi Freud mencium sesuatu yang lain. Bersama mentornya, Josef Breuer, ia menemukan bahwa ketika para perempuan ini berbicara, ketika mereka mengingat dan menceritakan kembali pengalaman traumatis, gejala-gejala mereka mereda. Breuer menyebutnya cathartic method. Freud menyebutnya awal dari psikoanalisa.

Sampai di sini, Freud adalah seorang revolusioner sejati. Ia membuka pintu ke ruang bawah tanah kesadaran manusia yang belum pernah dipetakan sebelumnya. Ia berkata: manusia tidak sepenuhnya rasional. Ada kekuatan-kekuatan di bawah sadar yang membentuk pikiran, perasaan, dan tindakan kita. Ini adalah pukulan telak ketiga bagi kesombongan manusia, setelah Copernicus membuktikan bumi bukan pusat alam semesta, dan Darwin membuktikan manusia adalah kerabat kera.

Sumber: Freud sendiri menyatakan ini dalam A General Introduction to Psychoanalysis (1917): "In the course of centuries, the naïve self-love of men has had to submit to two major blows at the hands of science. The first was when they learnt that our earth was not the center of the universe... The second blow fell when biological research destroyed man's supposedly privileged place in creation and proved his descent from the animal kingdom... But human megalomania will have suffered its third and most wounding blow from the psychological research of the present time which seeks to prove to the ego that it is not even master in its own house." [Sepanjang perjalanan berabad-abad, rasa cinta diri manusia yang naif sudah harus menelan dua pukulan telak dari ilmu pengetahuan. Pukulan pertama terjadi saat kita sadar bahwa bumi kita ini bukanlah pusat alam semesta... Lalu pukulan kedua datang ketika riset biologi meruntuhkan anggapan bahwa manusia punya tempat istimewa dalam penciptaan, dan membuktikan bahwa kita adalah keturunan dari kerajaan hewan... Tapi keangkuhan manusia bakal menerima pukulan ketiga, yang paling menyakitkan, dari penelitian psikologi di zaman ini, yang berusaha membuktikan pada sang ego bahwa ia bahkan bukanlah tuan di rumahnya sendiri.]

Lihat Detail

Tentang Produk

Loading...