Teori Resource Curse atau Rentier State Saat Kelimpahan Sumber Daya Alam Melemahkan Institusi dan Memperkuat KKN

Lihat Detail

Deskripsi

Esai ini mengkaji teori resource curse / rentier state sebagai kerangka untuk memahami korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di negara-negara kaya sumber daya alam. Berangkat dari paradoks bahwa kelimpahan mineral, minyak, dan gas sering kali justru melemahkan institusi dan menghambat pembangunan, teori ini menjelaskan mengapa negara yang hidup dari rente cenderung tidak akuntabel kepada rakyat. 

Bagian awal membahas raison d’être teori ini melalui karya Richard Auty, Hazem Beblawi, Giacomo Luciani, Terry Lynn Karl, Michael Ross, Jeffrey Sachs, dan Andrew Warner. Selanjutnya diuraikan para pemikir pencetus dan perkembangan teori, termasuk mekanisme efek pajak, efek pengeluaran, dan efek kelompok, serta kaitan sumber daya dengan konflik melalui Paul Collier dan Anke Hoeffler. Aplikasi lapangan mencakup hilangnya akuntabilitas pajak, elite capture, korupsi pengelolaan rente, kolusi negara-perusahaan, nepotisme, Dutch disease, dan konflik. 

Bagian Indonesia menyoroti kasus SKK Migas, Freeport, batu bara, sawit, dana bagi hasil, dan EITI. Kritik internal dan eksternal dibahas, termasuk determinisme, variasi institusional, dan peran kekuasaan. Sintesis dengan institusionalisme, public choice, dan asimetri informasi ditawarkan. Kesimpulan menegaskan bahwa penguatan institusi, transparansi penuh, perpajakan, dan partisipasi publik adalah kunci untuk mengubah kutukan menjadi berkah. Rekomendasi kebijakan meliputi transparansi rantai nilai, reformasi pengawasan, diversifikasi ekonomi, dan perluasan EITI </sb>

Lihat Detail

Tentang Produk

Loading...