Deskripsi
PRAKATA
Buku ini tidak lahir dari ambisi untuk menulis ulang seluruh kanon Teori Hubungan Internasional. Ia lahir dari kegelisahan yang sederhana: mengapa mahasiswa HI di Indonesia begitu lancar menyebut nama Morgenthau, Waltz, dan Wendt, tetapi hampir tidak pernah menyebut nama Prebisch, Nkrumah, atau bahkan Hatta? Mengapa kita begitu mahir mengutip literatur berbahasa Inggris, tetapi hampir tidak pernah menganggap serius pemikiran yang lahir dari pengalaman sejarah kita sendiri?
Kebaruan buku ini tidak terletak pada penemuan teori baru yang belum pernah ada. Itu akan menjadi klaim yang berlebihan dan tidak jujur. Yang saya tawarkan adalah sebuah cara membaca. Cara membaca yang tidak menempatkan tradisi Barat sebagai pusat dan yang lain sebagai pelengkap. Cara membaca yang melihat bahwa teori-teori dari Amerika Latin, Afrika, Asia, dan Timur Tengah bukan sekadar “kasus,” melainkan sumber pengetahuan yang sah dan setara.
Buku ini juga tidak menyajikan teori sebagai monumen yang harus disembah. Ia menyajikan teori sebagai alat. Alat yang bisa dipakai, diuji, dibongkar, dan kadang-kadang dibuang. Realisme bukan agama. Liberalisme bukan injil. Konstruktivisme bukan kitab suci. Setiap tradisi memiliki titik buta, dan tugas pembaca bukanlah memilih satu yang paling benar, melainkan belajar bergerak di antara semuanya sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.
Satu hal yang perlu saya akui: buku ini tidak netral. Tidak ada buku yang netral. Setiap pilihan tentang teori mana yang dibahas, kasus mana yang diangkat, dan suara mana yang didengarkan adalah pilihan politik. Buku ini memilih untuk berpihak pada mereka yang selama ini dianggap pinggiran. Bukan karena mereka selalu benar, tetapi karena mereka terlalu lama tidak didengar.
Penulis,
City of Cileungsi
DAFTAR ISI
CopyLeft ii
PRAKATA iii
GLOSARIUM v
DAFTAR ISI 1
Pendahuluan 5
Bab 1 Teori dan Praktik 1
Teori yang Membunuh 2
Apa Itu Teori 4
Teori dan Sejarah 8
Teori dan Praktik 10
Sejarah yang Dibangun, Sejarah yang Digugat 12
Tiga Level Abstraksi 16
Untuk Siapa Teori Ini? 19
Daftar Pustaka Bab 1 21
Bab 2 Realisme: Kekuasaan, Anarki, dan Tradisi Klasik 23
Thucydides, Machiavelli, Hobbes 24
Morgenthau dan Enam Prinsip Realisme Politik 26
Waltz dan Neorealisme 27
Realisme dalam Praktik 29
Dingin, Waspada, tetapi Tidak Lengkap 31
Daftar Pustaka Bab 2 32
Bab 3 Liberalisme, Harapan yang Tidak Naif 34
Kant dan Tiga Artikel Perdamaian 35
Liga Bangsa-Bangsa dan Kegagalan 36
Keohane dan Kebangkitan Institusi 37
Interdependensi Kompleks 39
Rezim Internasional 40
Soft Power 41
Perbandingan dengan Realisme 42
Liberalisme dalam Praktik 42
Kritik Realis, Marxis, dan Pascakolonial 45
Harapan yang Tidak Naif 46
Daftar Pustaka Bab 3 47
Bab 4 Mazhab Inggris, Tatanan di Tengah Anarki 49
Sistem, Masyarakat, Masyarakat Dunia 50
Hedley Bull dan Lima Institusi yang Menopang Tatanan 53
Adam Watson dan Ekspansi Masyarakat Internasional 56
Barry Buzan dan Upaya Sistematisasi 57
Perdebatan Pluralis–Solidaris 59
Mazhab Inggris dan Konstruktivisme 60
Kritik Realis, Konstruktivis, dan Pascakolonial 61
Relevansi Kontemporer 62
Jalan Tengah yang Tidak Nyaman 64
Daftar Pustaka Bab 4 65
Bab 5 Konstruktivisme, Dunia yang Dibuat, Bukan Ditemukan 67
Realitas yang Tidak Bisa Disentuh 69
Wendt dan Anarki yang Tidak Bernyawa 72
Logika Konsekuensi dan Logika Kesesuaian 75
Epistemic Community dan Siklus Hidup Norma 78
Konstruktivisme dalam Praktik 81
Batas-Batas Konstruktivisme 84
Dunia yang Tidak Selesai 86
Daftar Pustaka Bab 5 87
Bab 6 Teori Kritis dan Emansipasi 89
Tempat di Mana Filsafat Menjadi Perlawanan 90
Cox dan Pembedaan yang Mengguncang Disiplin 92
Linklater dan Batas-Batas Moral Komunitas Politik 95
Arab Spring, Diplomasi Ketahanan, dan Bandung yang Terkubur 97
Batas-Batas Teori Kritis 100
Pertanyaan yang Tidak Boleh Berhenti Diajukan 101
Daftar Pustaka Bab 6 102
Bab 7 Feminisme dan Gender 104
Fondasi yang Tidak Pernah Netral 105
Tickner dan Pembacaan Ulang Kitab Suci Realisme 108
Enloe dan Politik yang Terjadi di Mana-Mana 111
Gender sebagai Lensa, Bukan Sekadar Subjek 113
Agenda Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan 115
Feminisme di Indonesia 116
Batas-Batas Feminisme HI 118
Pertanyaan yang Tidak Bisa Lagi Diabaikan 119
Daftar Pustaka Bab 7 120
Bab 8 Pascastrukturalisme dan Pascakolonialisme 122
Bahasa yang Tidak Pernah Netral 123
Foucault dan Kekuasaan yang Menyusup ke Mana-Mana 125
Said dan Timur yang Diciptakan Barat 127
Spivak, Subaltern, dan Suara yang Tidak Bisa Berbicara 128
Bhabha dan Subversi dari Dalam 129
Pascakolonialisme dan Tatanan Liberal yang Tidak Netral 130
Indonesia dan Mentalitas Kolonial 131
Bahaya dan Batas Tradisi Ini 134
Membaca Ulang Diri Sendiri 135
Daftar Pustaka Bab 8 137
Bab 9 Teori Hijau dan Keamanan Ekologis 139
Antroposentrisme 140
Eckersley, Dobson, dan Negara yang Hijau 142
Keamanan Ekologis 143
Ketika Alam Menuntut Haknya 145
Teater Akbar Antroposentrisme 146
Indonesia dan Kolonialisme Hijau 147
Batas-Batas Teori Hijau 149
Bumi yang Tidak Bisa Lagi Diam 150
Daftar Pustaka Bab 9 151
Bab 10 Teori Non-Barat dan Dekolonisasi 153
Westphalia yang Tidak Pernah Ada 154
Global IR: Bukan Teori Baru, Tapi Misi 155
Amerika Latin: Pusat dan Pinggiran yang Tidak Terpisahkan 156
Afrika: Kemanusiaan yang Dirampas dan Negara yang Semu 157
Asia: Hierarki yang Stabil dan Negara yang Membangun 159
Global South: Identitas Politik yang Tidak Monolit 160
Indonesia: Bebas Aktif sebagai Teori 161
Batas-Batas dan Tantangan 163
Bandung yang Belum Selesai 164
Daftar Pustaka Bab 10 165
Bab 11 Mengoperasikan Teori 168
Atmosfer yang Tidak Dimiliki Siapa Pun 168
Realisme: Ketika Keamanan Mengalahkan Bumi 169
Liberalisme: Arsitektur yang Tidak Sempurna tapi Nyata 170
Konstruktivisme: Norma yang Menyebar Seperti Api 172
Teori Kritis: Akar yang Tidak Ingin Dilihat 173
Empat Lensa, Empat Cerita Berbeda 175
Indonesia di Tengah Pusaran 176
Tidak Ada Jawaban Tunggal 177
Daftar Pustaka Bab 11 178
Bab 12 Tidak Ada Satu Teori yang Sempurna 181
Setiap Lensa Punya Titik Buta 181
Struktur dan Agensi Tidak Bisa Dipisahkan 182
Fakta Tidak Pernah Berbicara Sendiri 183
HI adalah Disiplin yang Hidup 184
Global IR dan Tugas Kita 185
Jangan Menjadi Tawanan Satu Teori 186
Pertanyaan yang Harus Terus Diajukan 187
Daftar Pustaka Bab 12 188
Bab 13 Timur Tengah yang Baru 189
Iran yang Tidak Lagi Dikekang 189
Negara-Negara Teluk 191
Israel 193
Quadrilateral Baru 194
Dari Arsitek Menjadi Penonton yang Tidak Diundang 195
Tatanan Baru yang Belum Bernama 196
Implikasi bagi Indonesia 197
Pelajaran dari Pasir yang Bergerak 198
Daftar Pustaka Bab 13 199
Epilog: Apakah Buku Ini Sudah Mutakhir? 201
Biografi Singkat Tokoh 203
Kronologi Peristiwa Penting 207
Daftar Pustaka Lengkap 211

