Togog dan Rekonstruksi Debat CC-PKI Menjelang September 1965

Lihat Detail

Deskripsi

Di dalam ruang-ruang tertutup markas besar PKI di Jalan Kramat Raya, Jakarta, lima orang laki-laki, Aidit, Nyoto, Lukman, Sudisman, dan Sakirman, bergulat dengan metafora itu, mencoba menerjemahkannya ke dalam langkah-langkah politik yang konkret. Mereka tidak tahu bahwa dalam hitungan bulan, mereka semua akan menjadi mayat.

Namun sejarah mencatat keanehan: di antara mereka semua, selalu hadir seorang tua berwajah lucu dengan bibir tebal dan mata yang setengah mengantuk namun setengah waspada. Namanya Togog. Tidak ada yang tahu persis dari mana asalnya. Ada yang mengatakan ia adalah penasihat spiritual yang ditemukan Aidit di sebuah warung kopi di Semarang. Ada yang menduga ia adalah mata-mata Soekarno yang menyamar sebagai badut istana. Yang lain lagi percaya ia hanyalah gelandangan yang kebetulan pandai bicara dan selalu muncul di saat-saat krisis.

Lihat Detail

Tentang Produk

Loading...