Deskripsi
Dialog ini adalah upaya untuk mempertemukan berbagai tradisi filosofis dalam sebuah percakapan yang tidak dibatasi oleh ruang, waktu, atau bahkan logika konvensional. Tokoh-tokoh yang terlibat mewakili perspektif yang berbeda-beda:
- Sokrates mewakili tradisi filsafat Yunani yang menekankan pada pencarian kebenaran melalui dialog dan penalaran, serta keberanian untuk mati demi prinsip.
- Togog mewakili kearifan lokal Jawa yang tersembunyi dalam humor dan kerendahan hati, sebuah strategi bertahan hidup yang memungkinkan kebenaran untuk terus hidup meskipun dalam kondisi yang paling menindas.
- Duryudana mewakili filsafat kekuasaan yang mendasarkan kebenaran pada kekuatan dan kehendak penguasa.
- Sengkuni mewakili realisme politik yang memisahkan moralitas dari praktik kekuasaan.
- Durna mewakili dilema etis antara kewajiban profesional dan tanggung jawab moral.
- Yiyitsu mewakili perspektif yang mempertanyakan segala sesuatu, termasuk kebutuhan untuk memiliki perspektif.
Semoga dialog ini bisa menjadi bahan renungan bagi siapa pun yang masih percaya bahwa kebenaran itu ada, dan bahwa memperjuangkannya, dengan cara apa pun, adalah tugas setiap manusia yang berpikir.
