Togog Pertanyakan Kabinet Gemuk Bikin Jalan Lelet

Lihat Detail

Deskripsi

Negeri Liliput adalah negeri yang aneh. Di atas kertas, ia adalah negara demokrasi dengan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. Dalam kenyataannya, ia adalah negeri yang penuh teka-teki. Kabinetnya gemuk, sangat gemuk, dengan puluhan menteri, wakil menteri, wakil wakil menteri, dan seterusnya hingga ke anak cucu. Tapi dari semua itu, hanya segelintir yang benar-benar bekerja. Sisanya? Hiasan. Kosmetik. Bunga-bunga di taman istana.

Rakyat Negeri Liliput, yang sebenarnya cerdas dan kritis, mulai menggerutu. Di warung-warung kopi, di pasar-pasar, di grup-grup percakapan digital, mereka berbisik-bisik: "Apa sih fokus pemerintah kita? Kok kayaknya sibuk sendiri-sendiri? Kok harga-harga naik terus? Kok Koperasi Unit Desa disuruh latihan militer? Emangnya mau perang sama siapa?"

Togog mendengar semua gerutuan ini. Setiap hari, ia nongkrong di warung kopi "Pahit Manis" di pinggiran Kota Liliput. Setiap hari, ia mendengarkan keluhan-keluhan itu. Dan setiap hari, kepalanya semakin pusing. Bukan karena kopinya, kopi di warung itu enak. Tapi karena ia tidak tahan melihat negerinya berjalan tanpa arah.

"Aku harus ketemu Owobarp," gumam Togog suatu sore, sambil menyeruput kopi pahitnya. "Aku harus tanya langsung. Tapi gimana caranya? Ada Iddet Ardni Ayajiw yang jagain dia kayak emak-emak ngejagain anaknya. Iddet itu protektif banget. Posesif. Siapa pun yang mau ketemu Owobarp harus lewat dia dulu. Dan dia pasti nggak bakal ngizinin badut kayak aku masuk istana."

Tapi Togog bukan badut biasa. Togog punya koneksi. Koneksi ke atas. Jauh ke atas. Ke alam yang lebih tinggi.

"Mbah Ismaya," bisik Togog suatu malam, sambil duduk bersila di bawah pohon beringin tua. "Mbah Batara Ismaya. Saya butuh bantuan."

Dan Batara Ismaya, sang dewa tua yang bijaksana, yang dalam mitologi Jawa dikenal sebagai Semar, mendengarkan permohonan Togog. Dengan kekuatan yang melampaui akal manusia, ia membukakan jalan. Togog bisa masuk ke Istana Negeri Liliput tanpa terdeteksi oleh Iddet Ardni Ayajiw. Tanpa melewati pos-pos penjagaan. Tanpa mengisi formulir kunjungan. Tanpa lapor RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga kementerian.

Begitu saja. Tiba-tiba. Seperti hantu.

Saya, mencoba merekonstruksi dialog yang terjadi malam itu. Semua data tentang harga, kebijakan, dan struktur kabinet diambil dari realitas yang bisa diverifikasi. Togog adalah suara rakyat yang tidak pernah didengar oleh kekuasaan. Ia adalah pertanyaan yang tidak pernah dijawab. Ia adalah cermin yang tidak suka dilihat. Tapi justru karena itulah ia penting. Karena tanpa Togog, kekuasaan hanyalah monolog yang membosankan. Dengan Togog, kekuasaan menjadi dialog, penuh ironi, penuh kontradiksi, penuh pertanyaan yang membuat kita terus mencari.

Daftar Tokoh

  1. Togog: Ahli filsafat misterius, badut rakyat, pengunyah kacang goreng profesional. Menguasai semua cabang filsafat yang bisa dibayangkan. Humornya ironis, satir, sarkastis, dan seringkali bikin orang tertawa sekaligus menangis.
  2. Owobarp Otnaibus: Presiden Negeri Liliput. Dipilih oleh rakyat. Dicintai oleh sebagian, dikritik oleh sebagian lain. Dikelilingi oleh kabinet gemuk yang entah kenapa jumlahnya terus bertambah setiap tahun.
  3. Iddet Ardni Ayajiw: Kepala penjaga keamanan dan kenyamanan Presiden Owobarp. Protektif, posesif, seperti induk ayam yang menjaga anaknya. Tidak ada yang bisa mendekati Owobarp tanpa seizinnya. Tapi malam ini, ia tidak tahu bahwa Togog sudah di dalam istana.
  4. Batara Ismaya: Dewa tua yang bijaksana, pelindung para badut dan rakyat kecil. Hanya muncul sebentar di awal cerita, tapi jasanya tak terlupakan.

Lihat Detail

Tentang Produk

Loading...