Kini terorisme terlihat jelas di depan mata dunia internasional yaitu tindakan Trump dan Netanyahu atas Iran. Bukti dari hal ini adalah tidak ada satu pun negara yang selama ini menjadi “sahabat” mereka mau membantu keduanya. Terorisme adalah musuh kemanusiaan, dan hal tersebut kini tengah dipertontonkan secara telanjang oleh Trump dan Netanyahu di panggung internasional.
Terorisme selalu hadir sebagai momok yang meresahkan sekaligus kata kunci yang kerap dimanfaatkan secara politis. Penggunaannya seringkali tendensius: Sebutan "teroris" acap dilekatkan pada kelompok yang kalah, pihak yang lemah, atau musuh geopolitik semata. Artikel rintisan yang menggunakan kerangka Samuel P. Huntington dan Joan Nelson (dalam No Easy Choice: Political Participation in Developing Countries) menyodorkan sebuah cara pandang yang kontraintuitif sekaligus membuka ruang analisis yang lebih adil. Huntington dan Nelson mendefinisikan partisipasi politik sebagai keterlibatan warga negara dalam mempengaruhi keputusan politik, yang tidak melulu legal (Pemilu) melainkan pula ilegal, termasuk terorisme.
Kini terorisme terlihat jelas di depan mata dunia internasional yaitu tindakan Trump dan Netanyahu atas Iran. Bukti dari hal ini adalah tidak ada satu pun negara yang selama ini menjadi “sahabat” mereka mau membantu keduanya. Terorisme adalah musuh kemanusiaan, dan hal tersebut kini tengah dipertontonkan secara telanjang oleh Trump dan Netanyahu di panggung internasional.
Terorisme selalu hadir sebagai momok yang meresahkan sekaligus kata kunci yang kerap dimanfaatkan secara politis. Penggunaannya seringkali tendensius: Sebutan "teroris" acap dilekatkan pada kelompok yang kalah, pihak yang lemah, atau musuh geopolitik semata. Artikel rintisan yang menggunakan kerangka Samuel P. Huntington dan Joan Nelson (dalam No Easy Choice: Political Participation in Developing Countries) menyodorkan sebuah cara pandang yang kontraintuitif sekaligus membuka ruang analisis yang lebih adil. Huntington dan Nelson mendefinisikan partisipasi politik sebagai keterlibatan warga negara dalam mempengaruhi keputusan politik, yang tidak melulu legal (Pemilu) melainkan pula ilegal, termasuk terorisme.