John J. Mearsheimer, seorang akademisi politik internasional dari Universitas Chicago, memang mengalami stagnasi karier akademik akibat posisinya yang kritis terhadap hubungan AS-Israel. Ini merupakan fenomena yang tidak jarang menimpa intelektual dan aktivis yang berani mengungkap fakta tanpa distorsi ideologis.
Dalam buku The Israel Lobby and U.S. Foreign Policy (2007), yang ditulis bersama Stephen M. Walt, Mearsheimer menyajikan analisis empiris yang mengungkap bagaimana kebijakan luar negeri AS telah secara sistematis dibentuk oleh kepentingan Israel dan kelompok pendukungnya di Amerika Serikat (Mearsheimer dan Walt 2007, xiii).
Buku ini, yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada 2010, menjadi rujukan penting bagi pemahaman kritis atas dinamika politik Timur Tengah dan peran AS di dalamnya. Meskipun AS menjadi motor utama embargo ekonomi terhadap Iran sejak 1990-an, Teheran berulang kali berupaya membuka dialog dengan Washington untuk menyelesaikan perbedaan. Namun, seperti yang dicatat Mearsheimer dan Walt,
“Kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran telah sangat dipengaruhi oleh keinginan pemerintahan demi pemerintahan di Israel” (Mearsheimer dan Walt 2007, 102). Mereka menambahkan bahwa upaya diplomasi Iran untuk mencairkan hubungan dengan AS selalu digagalkan oleh tekanan dari Israel dan kelompok pendukungnya di Washington, sehingga kedua negara tetap terjebak dalam siklus permusuhan” (Mearsheimer dan Walt 2007, 103).
John J. Mearsheimer, seorang akademisi politik internasional dari Universitas Chicago, memang mengalami stagnasi karier akademik akibat posisinya yang kritis terhadap hubungan AS-Israel. Ini merupakan fenomena yang tidak jarang menimpa intelektual dan aktivis yang berani mengungkap fakta tanpa distorsi ideologis.
Dalam buku The Israel Lobby and U.S. Foreign Policy (2007), yang ditulis bersama Stephen M. Walt, Mearsheimer menyajikan analisis empiris yang mengungkap bagaimana kebijakan luar negeri AS telah secara sistematis dibentuk oleh kepentingan Israel dan kelompok pendukungnya di Amerika Serikat (Mearsheimer dan Walt 2007, xiii).
Buku ini, yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada 2010, menjadi rujukan penting bagi pemahaman kritis atas dinamika politik Timur Tengah dan peran AS di dalamnya. Meskipun AS menjadi motor utama embargo ekonomi terhadap Iran sejak 1990-an, Teheran berulang kali berupaya membuka dialog dengan Washington untuk menyelesaikan perbedaan. Namun, seperti yang dicatat Mearsheimer dan Walt,
“Kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran telah sangat dipengaruhi oleh keinginan pemerintahan demi pemerintahan di Israel” (Mearsheimer dan Walt 2007, 102). Mereka menambahkan bahwa upaya diplomasi Iran untuk mencairkan hubungan dengan AS selalu digagalkan oleh tekanan dari Israel dan kelompok pendukungnya di Washington, sehingga kedua negara tetap terjebak dalam siklus permusuhan” (Mearsheimer dan Walt 2007, 103).