Analisis Komparatif Konsep dan Praktik Wilayat al-Faqih Khomeini dengan Teodemokrasi Mawdudi


Deskripsi

PENGANTAR

Artikel ini berikhtiar memperbandingkan dua konsep politik Islam paling berpengaruh di era modern: Wilayat al-Faqih (Kepemimpinan Ahli Fikih) yang dikembangkan oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini di Iran dan Teodemokrasi (Kekhalifahan Rakyat) yang digagas oleh Abu'l A'la al-Mawdudi di Pakistan. 

Meskipun kerap disandingkan sebagai respons terhadap sekularisme dan imperialisme Barat, kedua konsep ini memiliki perbedaan fundamental dalam hal sumber kedaulatan, mekanisme representasi politik, dan struktur akuntabilitas kekuasaan. Dengan menggunakan pendekatan ideologi komparatif yang didukung oleh kajian tekstual atas sumber-sumber primer dan sekunder, artikel ini menelusuri akar teologis kedua konsep, mengeksplorasi hubungan historis antara gerakan Islam di Iran dan Pakistan, serta mengkaji implikasi praktisnya terhadap struktur kekuasaan di kedua negara. 

Artikel ini juga menelaah sejumlah kritik internal dari para sarjana Muslim kontemporer seperti Mohsen Kadivar, Abdolkarim Soroush, dan Fazlur Rahman terhadap kedua model pemerintahan ini. Temuan menunjukkan bahwa Wilayat al-Faqih merepresentasikan model "top-down" di mana mandat Ilahi terkonsentrasi pada otoritas seorang Faqih sebagai wakil Imam Mahdi, sementara Teodemokrasi Mawdudi menawarkan model "bottom-up" yang mendistribusikan mandat Ilahi kekhalifahan kepada seluruh komunitas Muslim secara kolektif. 

Perbedaan mendasar ini berimplikasi pada derajat partisipasi politik, mekanisme checks and balances, serta responsivitas terhadap aspirasi rakyat dalam kedua sistem. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih bernuansa tentang spektrum ideologi Islamisme di Asia Selatan dan Timur Tengah, sekaligus menegaskan bahwa gerakan Islamis tidak dapat diperlakukan sebagai entitas yang monolitik. <🄯>

 

DAFTAR ISI

Daftar Isi

CopyLeft ii

PENGANTAR iii

DAFTAR ISI v

DAFTAR TABEL viii

Pendahuluan 1

Jembatan Intelektual antara Qom dan Lahore 4

Khomeini dan Mawdudi pada Musim Haji 1963 5

Pengaruh Timbal Balik 6

Jaringan Ulama dan Mahasiswa 8

Sektarianisme dan Persaingan Geopolitik 9

Wilayat al-Faqih 10

Akar Teologis dalam Tradisi Syiah 10

Wilayat al-Faqih sebagai Pemerintahan 12

Implementasi Konstitusional di Iran Pasca-1979 14

Kritik Internal dari Montazeri hingga Kadivar 17

Mawdudi dan Teodemokrasi 19

Konteks Historis dan Biografi Intelektual 19

Tawhid, Risalah, dan Khilafah 21

Konsep Kekhalifahan Rakyat (Popular Vicegerency) 22

Shura dan Pemilihan Khalifah 24

Ambivalensi terhadap Demokrasi 25

Implementasi Parsial di Pakistan 27

Komparasi Wilayat al-Faqih versus Teodemokrasi 29

Sumber Kedaulatan dan Mandat Ilahi 29

Peran Ulama dalam Struktur Kekuasaan 31

Mekanisme Akuntabilitas dan Checks and Balances 32

Pandangan terhadap Demokrasi dan Partisipasi Politik 34

Sebuah Sintesis 36

Kritik Kontemporer dan Perspektif Reformis 38

Kritik atas Wilayat al-Faqih dari dalam Tradisi Syiah 38

Kritik Teologis 38

Kritik Konstitusional 39

Kritik Praktis 40

Kritik terhadap Teodemokrasi 40

Kritik Konseptual 41

Kritik Operasional 41

Kritik terhadap Warisan Politik 42

Perspektif Reformis Cari Jalan Tengah 43

Abdolkarim Soroush dan "Demokrasi Religius" 44

Javed Ahmad Ghamidi, Kembalikan Agama dari Politik ke Spiritualitas 45

Khaled Abou El Fadl, Bebaskan Tuhan dari "Para Wakil"-Nya yang Otoriter 48

Nurcholish Madjid dan Desakralisasi Politik 50

Implikasi Praktis 55

Wilayat al-Faqih dalam Praktik 55

Pencapaian 55

Kegagalan 56

Teodemokrasi dalam Praktik 57

Pengaruh Transnasional 58

Implikasi terhadap Hak-Hak Perempuan dan Minoritas Agama 60

Kesimpulan 63

Ucapan Terima Kasih 67

Daftar Pustaka 68

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Perbandingan Konseptual Wilayat al-Faqih dan Teodemokrasi Mawdudi 37


Konten

Analisis Komparatif Konsep dan Praktik Wilayat al-Faqih Khomeini dengan Teodemokrasi Mawdudi

Harga

Rp 3.000

Detail Tulisan

Penulis

Seta Basri

Bahasa

Indonesia

Genre

Edukasi

Loading...

Analisis Komparatif Konsep dan Praktik Wilayat al-Faqih Khomeini dengan Teodemokrasi Mawdudi


Deskripsi

PENGANTAR

Artikel ini berikhtiar memperbandingkan dua konsep politik Islam paling berpengaruh di era modern: Wilayat al-Faqih (Kepemimpinan Ahli Fikih) yang dikembangkan oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini di Iran dan Teodemokrasi (Kekhalifahan Rakyat) yang digagas oleh Abu'l A'la al-Mawdudi di Pakistan. 

Meskipun kerap disandingkan sebagai respons terhadap sekularisme dan imperialisme Barat, kedua konsep ini memiliki perbedaan fundamental dalam hal sumber kedaulatan, mekanisme representasi politik, dan struktur akuntabilitas kekuasaan. Dengan menggunakan pendekatan ideologi komparatif yang didukung oleh kajian tekstual atas sumber-sumber primer dan sekunder, artikel ini menelusuri akar teologis kedua konsep, mengeksplorasi hubungan historis antara gerakan Islam di Iran dan Pakistan, serta mengkaji implikasi praktisnya terhadap struktur kekuasaan di kedua negara. 

Artikel ini juga menelaah sejumlah kritik internal dari para sarjana Muslim kontemporer seperti Mohsen Kadivar, Abdolkarim Soroush, dan Fazlur Rahman terhadap kedua model pemerintahan ini. Temuan menunjukkan bahwa Wilayat al-Faqih merepresentasikan model "top-down" di mana mandat Ilahi terkonsentrasi pada otoritas seorang Faqih sebagai wakil Imam Mahdi, sementara Teodemokrasi Mawdudi menawarkan model "bottom-up" yang mendistribusikan mandat Ilahi kekhalifahan kepada seluruh komunitas Muslim secara kolektif. 

Perbedaan mendasar ini berimplikasi pada derajat partisipasi politik, mekanisme checks and balances, serta responsivitas terhadap aspirasi rakyat dalam kedua sistem. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih bernuansa tentang spektrum ideologi Islamisme di Asia Selatan dan Timur Tengah, sekaligus menegaskan bahwa gerakan Islamis tidak dapat diperlakukan sebagai entitas yang monolitik. <🄯>

 

DAFTAR ISI

Daftar Isi

CopyLeft ii

PENGANTAR iii

DAFTAR ISI v

DAFTAR TABEL viii

Pendahuluan 1

Jembatan Intelektual antara Qom dan Lahore 4

Khomeini dan Mawdudi pada Musim Haji 1963 5

Pengaruh Timbal Balik 6

Jaringan Ulama dan Mahasiswa 8

Sektarianisme dan Persaingan Geopolitik 9

Wilayat al-Faqih 10

Akar Teologis dalam Tradisi Syiah 10

Wilayat al-Faqih sebagai Pemerintahan 12

Implementasi Konstitusional di Iran Pasca-1979 14

Kritik Internal dari Montazeri hingga Kadivar 17

Mawdudi dan Teodemokrasi 19

Konteks Historis dan Biografi Intelektual 19

Tawhid, Risalah, dan Khilafah 21

Konsep Kekhalifahan Rakyat (Popular Vicegerency) 22

Shura dan Pemilihan Khalifah 24

Ambivalensi terhadap Demokrasi 25

Implementasi Parsial di Pakistan 27

Komparasi Wilayat al-Faqih versus Teodemokrasi 29

Sumber Kedaulatan dan Mandat Ilahi 29

Peran Ulama dalam Struktur Kekuasaan 31

Mekanisme Akuntabilitas dan Checks and Balances 32

Pandangan terhadap Demokrasi dan Partisipasi Politik 34

Sebuah Sintesis 36

Kritik Kontemporer dan Perspektif Reformis 38

Kritik atas Wilayat al-Faqih dari dalam Tradisi Syiah 38

Kritik Teologis 38

Kritik Konstitusional 39

Kritik Praktis 40

Kritik terhadap Teodemokrasi 40

Kritik Konseptual 41

Kritik Operasional 41

Kritik terhadap Warisan Politik 42

Perspektif Reformis Cari Jalan Tengah 43

Abdolkarim Soroush dan "Demokrasi Religius" 44

Javed Ahmad Ghamidi, Kembalikan Agama dari Politik ke Spiritualitas 45

Khaled Abou El Fadl, Bebaskan Tuhan dari "Para Wakil"-Nya yang Otoriter 48

Nurcholish Madjid dan Desakralisasi Politik 50

Implikasi Praktis 55

Wilayat al-Faqih dalam Praktik 55

Pencapaian 55

Kegagalan 56

Teodemokrasi dalam Praktik 57

Pengaruh Transnasional 58

Implikasi terhadap Hak-Hak Perempuan dan Minoritas Agama 60

Kesimpulan 63

Ucapan Terima Kasih 67

Daftar Pustaka 68

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Perbandingan Konseptual Wilayat al-Faqih dan Teodemokrasi Mawdudi 37


Konten

Analisis Komparatif Konsep dan Praktik Wilayat al-Faqih Khomeini dengan Teodemokrasi Mawdudi