Pernahkah Anda merenung, ketika membaca berita tentang kebijakan yang kontroversial atau menyaksikan hiruk-pikuk kampanye politik: Siapa sebenarnya yang menentukan arah negeri ini? Apakah suara Anda di biliksuara benar-benar setara dengan suara seorang konglomerat pemilik media?
Apakah anggota DPR yang Anda pilih sungguh-sungguh memperjuangkan aspirasi Anda, ataukah ia lebih tunduk pada panggilan telepon dari "sang patron" di balik layar? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan sekadar bahan obrolan di kedai kopi. Selama lebih dari satu abad, ia telah menjadi medan perdebatan paling sengit dalam ilmu politik. Inilah jantung dari teori elit dan kekuasaan: Sebuah upaya intelektual untuk membongkar tabir yang menyelimuti distribusi kekuasaan dalam masyarakat.
Di era ketika ketimpangan ekonomi mencapai titik ekstrem, laporan Oxfam (2025) menyebut bahwa 1% populasi terkaya dunia menguasai hampir setengah dari total kekayaan global, kajian tentang siapa yang memerintah menjadi semakin mendesak. Apakah demokrasi yang kita banggakan hanyalah "kulit luar" yang menyembunyikan kenyataan pahit bahwa segelintir orang selalu lebih setara dari yang lain?
Pernahkah Anda merenung, ketika membaca berita tentang kebijakan yang kontroversial atau menyaksikan hiruk-pikuk kampanye politik: Siapa sebenarnya yang menentukan arah negeri ini? Apakah suara Anda di biliksuara benar-benar setara dengan suara seorang konglomerat pemilik media?
Apakah anggota DPR yang Anda pilih sungguh-sungguh memperjuangkan aspirasi Anda, ataukah ia lebih tunduk pada panggilan telepon dari "sang patron" di balik layar? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan sekadar bahan obrolan di kedai kopi. Selama lebih dari satu abad, ia telah menjadi medan perdebatan paling sengit dalam ilmu politik. Inilah jantung dari teori elit dan kekuasaan: Sebuah upaya intelektual untuk membongkar tabir yang menyelimuti distribusi kekuasaan dalam masyarakat.
Di era ketika ketimpangan ekonomi mencapai titik ekstrem, laporan Oxfam (2025) menyebut bahwa 1% populasi terkaya dunia menguasai hampir setengah dari total kekayaan global, kajian tentang siapa yang memerintah menjadi semakin mendesak. Apakah demokrasi yang kita banggakan hanyalah "kulit luar" yang menyembunyikan kenyataan pahit bahwa segelintir orang selalu lebih setara dari yang lain?