Cover Evaluasi Teori Populisme dalam Pusaran Demokrasi Indonesia Kontemporer

Evaluasi Teori Populisme dalam Pusaran Demokrasi Indonesia Kontemporer


Deskripsi

Esai ini menyajikan analisis mendalam atas Teori Populisme sebagai kerangka akademik yang menjelaskan kebangkitan pemimpin populis secara global, dengan evaluasi kritis atas relevansinya terhadap dinamika politik Indonesia kontemporer. Pertama akan diuraikan fondasi teoretis populisme, dari perdebatan definisional hingga konsolidasi pendekatan ideasional yang digagas Cas Mudde, serta mengeksplorasi mekanisme psikologis kontemporer, khususnya konsep Need for Chaos, dan analisis wacana tentang konstruksi "rakyat" versus "elit".

Kedua akan dievaluasi relevansi teori ini dengan memetakan tipologi populisme Indonesia pasca-reformasi, menganalisis secara kritis fenomena Joko Widodo sebagai populis teknokratis, menelaah bangkitnya populisme moral-religius, dan mengurai peran industri kampanye politik dalam merekayasa narasi populis. Esai ini berargumen bahwa meskipun Teori Populisme menawarkan perangkat konseptual yang tajam untuk membedah lanskap politik Indonesia, variasinya yang khas, perpaduan antara patronase, religiositas, dan personalisasi kekuasaan, menuntut adaptasi dan penyempurnaan teoretis yang lebih peka terhadap konteks lokal.


Konten

Evaluasi Teori Populisme dalam Pusaran Demokrasi Indonesia Kontemporer

Harga

Rp 4.500

Detail Tulisan

Penulis

Seta Basri

Bahasa

Indonesia

Genre

Nonfiksi

Loading...

Evaluasi Teori Populisme dalam Pusaran Demokrasi Indonesia Kontemporer


Deskripsi

Esai ini menyajikan analisis mendalam atas Teori Populisme sebagai kerangka akademik yang menjelaskan kebangkitan pemimpin populis secara global, dengan evaluasi kritis atas relevansinya terhadap dinamika politik Indonesia kontemporer. Pertama akan diuraikan fondasi teoretis populisme, dari perdebatan definisional hingga konsolidasi pendekatan ideasional yang digagas Cas Mudde, serta mengeksplorasi mekanisme psikologis kontemporer, khususnya konsep Need for Chaos, dan analisis wacana tentang konstruksi "rakyat" versus "elit".

Kedua akan dievaluasi relevansi teori ini dengan memetakan tipologi populisme Indonesia pasca-reformasi, menganalisis secara kritis fenomena Joko Widodo sebagai populis teknokratis, menelaah bangkitnya populisme moral-religius, dan mengurai peran industri kampanye politik dalam merekayasa narasi populis. Esai ini berargumen bahwa meskipun Teori Populisme menawarkan perangkat konseptual yang tajam untuk membedah lanskap politik Indonesia, variasinya yang khas, perpaduan antara patronase, religiositas, dan personalisasi kekuasaan, menuntut adaptasi dan penyempurnaan teoretis yang lebih peka terhadap konteks lokal.


Konten

Evaluasi Teori Populisme dalam Pusaran Demokrasi Indonesia Kontemporer