Geopolitik Kritis Bongkar Mitos Peta Dunia


Deskripsi

Esai ini mengajak Anda untuk melihat geopolitik secara terbalik. Jika biasanya kita menganggap peta, wilayah, dan konflik antarnegara sebagai sesuatu yang “alamiah” dan objektif, Geopolitik Kritis justru menunjukkan bahwa semua itu adalah hasil dari “tulisan” (skrip) dan cerita (wacana) yang sengaja diciptakan oleh kekuasaan. 

Geopolitik Kritis dipelopori oleh Gearóid Ó Tuathail dan Simon Dalby, pendekatan ini bukan sekadar teori, melainkan pisau analisis untuk membongkar kepentingan tersembunyi di balik setiap narasi “ancaman”, “tanah air”, atau “dunia bebas”. Dengan bahasa yang populer, esai ini akan membedah fondasi teori, arsitektur diskursus, dan relevansinya yang mengejutkan di era perang modern, kebangkitan Global South, serta revolusi kecerdasan buatan.

Pernahkah Anda mendengar istilah “poros kejahatan” (axis of evil), “negara poros”, atau “ancaman global”? Istilah-istilah ini terdengar begitu meyakinkan dan seolah menggambarkan realitas dunia yang tak terbantahkan. Geopolitik, yang dipahami secara konvensional, seringkali tampil sebagai ilmu yang mempelajari pengaruh faktor geografis, seperti posisi strategis, sumber daya alam, dan bentang alam, terhadap perilaku politik internasional. Tokoh klasik seperti Halford Mackinder dengan teori “Daerah Jantung” (Heartland) seolah memberikan formula ilmiah bahwa siapa yang menguasai suatu ruang, ia akan menguasai dunia.

Namun, apa jadinya jika kita berhenti sejenak dan bertanya: Siapa yang menulis narasi “poros” itu? Mengapa suatu tempat dianggap penting dan tempat lain diabaikan? Untuk kepentingan siapa sebuah ruang “diciptakan” sebagai ancaman?

Di sinilah Geopolitik Kritis hadir. Ia tidak mempercayai klaim objektivitas seperti itu. Bagi para pemikirnya, geopolitik bukanlah sekadar penggambaran netral tentang fakta-fakta geografis. Geopolitik adalah sebuah “praktik diskursif” (discursive practice) yang secara aktif memproduksi dan melegitimasi kepentingan kekuasaan tertentu. Pendekatan radikal ini dipelopori oleh dua geografer politik kenamaan, Gearóid Ó Tuathail (sering juga ditulis Gerard Toal) dan Simon Dalby.

Buku monumental Ó Tuathail, Critical Geopolitics: The Politics of Writing Global Space (1996), menjadi fondasi utama yang mendefinisikan ulang studi geopolitik. Dengan berani, ia menyatakan bahwa “geography is about power. Although often assumed to be innocent


Konten

Geopolitik Kritis Bongkar Mitos Peta Dunia

Harga

Rp 5.000

Detail Tulisan

Penulis

Seta Basri

Bahasa

Indonesia

Genre

Nonfiksi

Loading...

Geopolitik Kritis Bongkar Mitos Peta Dunia


Deskripsi

Esai ini mengajak Anda untuk melihat geopolitik secara terbalik. Jika biasanya kita menganggap peta, wilayah, dan konflik antarnegara sebagai sesuatu yang “alamiah” dan objektif, Geopolitik Kritis justru menunjukkan bahwa semua itu adalah hasil dari “tulisan” (skrip) dan cerita (wacana) yang sengaja diciptakan oleh kekuasaan. 

Geopolitik Kritis dipelopori oleh Gearóid Ó Tuathail dan Simon Dalby, pendekatan ini bukan sekadar teori, melainkan pisau analisis untuk membongkar kepentingan tersembunyi di balik setiap narasi “ancaman”, “tanah air”, atau “dunia bebas”. Dengan bahasa yang populer, esai ini akan membedah fondasi teori, arsitektur diskursus, dan relevansinya yang mengejutkan di era perang modern, kebangkitan Global South, serta revolusi kecerdasan buatan.

Pernahkah Anda mendengar istilah “poros kejahatan” (axis of evil), “negara poros”, atau “ancaman global”? Istilah-istilah ini terdengar begitu meyakinkan dan seolah menggambarkan realitas dunia yang tak terbantahkan. Geopolitik, yang dipahami secara konvensional, seringkali tampil sebagai ilmu yang mempelajari pengaruh faktor geografis, seperti posisi strategis, sumber daya alam, dan bentang alam, terhadap perilaku politik internasional. Tokoh klasik seperti Halford Mackinder dengan teori “Daerah Jantung” (Heartland) seolah memberikan formula ilmiah bahwa siapa yang menguasai suatu ruang, ia akan menguasai dunia.

Namun, apa jadinya jika kita berhenti sejenak dan bertanya: Siapa yang menulis narasi “poros” itu? Mengapa suatu tempat dianggap penting dan tempat lain diabaikan? Untuk kepentingan siapa sebuah ruang “diciptakan” sebagai ancaman?

Di sinilah Geopolitik Kritis hadir. Ia tidak mempercayai klaim objektivitas seperti itu. Bagi para pemikirnya, geopolitik bukanlah sekadar penggambaran netral tentang fakta-fakta geografis. Geopolitik adalah sebuah “praktik diskursif” (discursive practice) yang secara aktif memproduksi dan melegitimasi kepentingan kekuasaan tertentu. Pendekatan radikal ini dipelopori oleh dua geografer politik kenamaan, Gearóid Ó Tuathail (sering juga ditulis Gerard Toal) dan Simon Dalby.

Buku monumental Ó Tuathail, Critical Geopolitics: The Politics of Writing Global Space (1996), menjadi fondasi utama yang mendefinisikan ulang studi geopolitik. Dengan berani, ia menyatakan bahwa “geography is about power. Although often assumed to be innocent


Konten

Geopolitik Kritis Bongkar Mitos Peta Dunia