Kaare Strøm dan Model Perilaku Partai Politik


Deskripsi

Para pembaca yang budiman, mari kita awali tulisan ini dengan sebuah pertanyaan yang tampaknya naif tetapi secara fundamental mengganggu asumsi terdalam ilmu politik: Mengapa partai politik kadang-kadang memilih untuk tidak memaksimalkan perolehan suaranya? Bukankah setiap partai ingin menang? Bukankah lebih banyak suara berarti lebih banyak kursi, lebih banyak kekuasaan, dan lebih besar peluang untuk membentuk pemerintahan?

Jawabannya, dan ini adalah wawasan revolusioner yang dibawa oleh Kaare W. Strøm, adalah bahwa partai politik tidak selalu mengejar suara. Dalam banyak situasi, partai justru rela mengorbankan perolehan suara demi tujuan lain: Mengamankan jabatan di pemerintahan (office) atau memengaruhi arah kebijakan publik (policy). Bahkan, dalam situasi tertentu, ketiga tujuan ini bisa saling bertentangan secara tajam, dan di situlah partai harus membuat pilihan-pilihan sulit (hard choices) yang menentukan nasib elektoral, posisi tawar, dan bahkan identitas mereka sendiri.

Kaare W. Strøm, Distinguished Professor of Political Science di University of California, San Diego sekaligus penerima UNESCO Stein Rokkan Prize dalam Penelitian Ilmu Sosial Komparatif pada tahun 1994, adalah arsitek di balik Model Perilaku Partai (The Party Behavioral Model). Artikel monumentalnya, "A Behavioral Theory of Competitive Political Parties" (1990) yang dimuat di American Journal of Political Science, telah dikutip lebih dari 1.400 kali dan menjadi fondasi bagi studi tentang motivasi partai politik di seluruh dunia. Sebagaimana dirangkum oleh para pengulas, Strøm menunjukkan bahwa "tradisi pilihan rasional telah menghasilkan tiga model perilaku partai politik kompetitif: Partai pencari suara (vote-seeking party), partai pencari jabatan (office-seeking party), dan partai pencari kebijakan (policy-seeking party)".


Konten

Kaare Strøm dan Model Perilaku Partai Politik

Harga

Rp 5.000

Detail Tulisan

Penulis

Seta Basri

Bahasa

Indonesia

Genre

Nonfiksi

Loading...

Kaare Strøm dan Model Perilaku Partai Politik


Deskripsi

Para pembaca yang budiman, mari kita awali tulisan ini dengan sebuah pertanyaan yang tampaknya naif tetapi secara fundamental mengganggu asumsi terdalam ilmu politik: Mengapa partai politik kadang-kadang memilih untuk tidak memaksimalkan perolehan suaranya? Bukankah setiap partai ingin menang? Bukankah lebih banyak suara berarti lebih banyak kursi, lebih banyak kekuasaan, dan lebih besar peluang untuk membentuk pemerintahan?

Jawabannya, dan ini adalah wawasan revolusioner yang dibawa oleh Kaare W. Strøm, adalah bahwa partai politik tidak selalu mengejar suara. Dalam banyak situasi, partai justru rela mengorbankan perolehan suara demi tujuan lain: Mengamankan jabatan di pemerintahan (office) atau memengaruhi arah kebijakan publik (policy). Bahkan, dalam situasi tertentu, ketiga tujuan ini bisa saling bertentangan secara tajam, dan di situlah partai harus membuat pilihan-pilihan sulit (hard choices) yang menentukan nasib elektoral, posisi tawar, dan bahkan identitas mereka sendiri.

Kaare W. Strøm, Distinguished Professor of Political Science di University of California, San Diego sekaligus penerima UNESCO Stein Rokkan Prize dalam Penelitian Ilmu Sosial Komparatif pada tahun 1994, adalah arsitek di balik Model Perilaku Partai (The Party Behavioral Model). Artikel monumentalnya, "A Behavioral Theory of Competitive Political Parties" (1990) yang dimuat di American Journal of Political Science, telah dikutip lebih dari 1.400 kali dan menjadi fondasi bagi studi tentang motivasi partai politik di seluruh dunia. Sebagaimana dirangkum oleh para pengulas, Strøm menunjukkan bahwa "tradisi pilihan rasional telah menghasilkan tiga model perilaku partai politik kompetitif: Partai pencari suara (vote-seeking party), partai pencari jabatan (office-seeking party), dan partai pencari kebijakan (policy-seeking party)".


Konten

Kaare Strøm dan Model Perilaku Partai Politik