Alfred Adler, dengan Individual Psychology-nya, mendiagnosis praktik pesugihan sebagai bentuk kompensasi neurotik atas rasa rendah diri yang akut. Individu yang merasa tidak berdaya menghadapi tekanan ekonomi (inferiority complex) mencari "jalan pintas supernatural" untuk mencapai superioritas tanpa melalui usaha yang sehat (Adler 7). Ritual di Gunung Kemukus, dengan hubungan seksual sebagai transaksinya, adalah acting out dari inferioritas ini, sebuah ilusi "efisiensi simbolik" di mana tubuh dan kepatuhan dijadikan alat tawar-menawar terakhir untuk mendapatkan rasa berkuasa melalui kekayaan yang dijanjikan (Suroyo et al.). Ini adalah kegagalan total dari social interest dan merupakan neurosis yang dibungkus dengan jubah spiritual.
Alfred Adler, dengan Individual Psychology-nya, mendiagnosis praktik pesugihan sebagai bentuk kompensasi neurotik atas rasa rendah diri yang akut. Individu yang merasa tidak berdaya menghadapi tekanan ekonomi (inferiority complex) mencari "jalan pintas supernatural" untuk mencapai superioritas tanpa melalui usaha yang sehat (Adler 7). Ritual di Gunung Kemukus, dengan hubungan seksual sebagai transaksinya, adalah acting out dari inferioritas ini, sebuah ilusi "efisiensi simbolik" di mana tubuh dan kepatuhan dijadikan alat tawar-menawar terakhir untuk mendapatkan rasa berkuasa melalui kekayaan yang dijanjikan (Suroyo et al.). Ini adalah kegagalan total dari social interest dan merupakan neurosis yang dibungkus dengan jubah spiritual.