MANUSIA TANPA PAMFLET: Penelusuran Eksistensial Semiaji tentang Lahir, Hidup, dan Mati


Deskripsi

DAFTAR ISI 2

BAGIAN SATU, LAHIR TANPA TANDA TANGAN 3

BAGIAN KEDUA, MATI TANPA PAMERAN 109

BAGIAN KETIGA, ANTARA DUA KETIADAAN 221

PENUTUP 277

BAGIAN SATU, LAHIR TANPA TANDA TANGAN

Aku Tidak Ingat Aku Lahir

Perkenalkan, namaku Semiaji. Nama lainku Yudhistira. Namun, panggil saja aku Semiaji. Mohon maaf, karena topikku agak berat, kerap aku mengalami split anta ego dan alter-ego. Mari kita mulai dengan fakta yang paling tidak bisa dibantah: tidak ada satu pun manusia yang ingat saat ia dilahirkan.

Ini bukan sekadar kelupaan biasa. Ini adalah amnesia total, massal, dan universal. Dari sekitar 117 miliar manusia yang pernah hidup di planet ini sepanjang sejarah spesies kita, dari Homo sapiens pertama yang berjalan di sabana Afrika sekitar 300.000 tahun lalu, hingga bayi yang lahir detik ini di sebuah rumah sakit di Jakarta, tidak ada satu pun yang bisa menceritakan bagaimana rasanya melewati jalan lahir, bagaimana sensasi udara pertama memasuki paru-paru, bagaimana sentuhan tangan bidan atau dokter yang menarik tubuh mereka keluar dari rahim.

Nol. Nihil. Kosong.

Fenomena ini dalam literatur ilmiah disebut infantile amnesia atau amnesia infantil. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Sigmund Freud pada awal abad ke-20, meskipun pengamatannya sudah ada jauh sebelumnya. Freud menyebutnya sebagai "amnesia yang menyelubungi tahun-tahun pertama masa kanak-kanak" (die Amnesie, welche die ersten Kinderjahre verhüllt). Ia mengamati bahwa pasien-pasiennya hampir tidak pernah bisa mengingat apa pun sebelum usia tiga atau empat tahun, dan ingatan yang muncul setelah itu pun bersifat fragmental, tidak koheren, seperti potongan-potongan film yang hilang sebagian besar footage-nya.

Freud, dengan kecenderungannya yang khas, mencoba menjelaskan fenomena ini melalui lensa psikoanalisis: amnesia infantil, katanya, adalah hasil dari represi, pikiran bawah sadar secara aktif menekan ingatan-ingatan awal yang bersifat seksual dan agresif karena dianggap terlalu mengancam bagi kesadaran. Teori ini, meskipun puitis dan dramatis, kini sebagian besar sudah ditinggalkan oleh neurosains modern. Tidak ada bukti bahwa bayi memiliki ingatan seksual yang direpresi. Yang ada adalah bukti bahwa otak bayi secara struktural belum siap untuk membentuk dan menyimpan ingatan naratif jangka panjang.


Konten

MANUSIA TANPA PAMFLET: Penelusuran Eksistensial Semiaji tentang Lahir, Hidup, dan Mati

Harga

Rp 9.000

Detail Tulisan

Penulis

Seta Basri

Bahasa

Indonesia

Genre

Edukasi

Loading...

MANUSIA TANPA PAMFLET: Penelusuran Eksistensial Semiaji tentang Lahir, Hidup, dan Mati


Deskripsi

DAFTAR ISI 2

BAGIAN SATU, LAHIR TANPA TANDA TANGAN 3

BAGIAN KEDUA, MATI TANPA PAMERAN 109

BAGIAN KETIGA, ANTARA DUA KETIADAAN 221

PENUTUP 277

BAGIAN SATU, LAHIR TANPA TANDA TANGAN

Aku Tidak Ingat Aku Lahir

Perkenalkan, namaku Semiaji. Nama lainku Yudhistira. Namun, panggil saja aku Semiaji. Mohon maaf, karena topikku agak berat, kerap aku mengalami split anta ego dan alter-ego. Mari kita mulai dengan fakta yang paling tidak bisa dibantah: tidak ada satu pun manusia yang ingat saat ia dilahirkan.

Ini bukan sekadar kelupaan biasa. Ini adalah amnesia total, massal, dan universal. Dari sekitar 117 miliar manusia yang pernah hidup di planet ini sepanjang sejarah spesies kita, dari Homo sapiens pertama yang berjalan di sabana Afrika sekitar 300.000 tahun lalu, hingga bayi yang lahir detik ini di sebuah rumah sakit di Jakarta, tidak ada satu pun yang bisa menceritakan bagaimana rasanya melewati jalan lahir, bagaimana sensasi udara pertama memasuki paru-paru, bagaimana sentuhan tangan bidan atau dokter yang menarik tubuh mereka keluar dari rahim.

Nol. Nihil. Kosong.

Fenomena ini dalam literatur ilmiah disebut infantile amnesia atau amnesia infantil. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Sigmund Freud pada awal abad ke-20, meskipun pengamatannya sudah ada jauh sebelumnya. Freud menyebutnya sebagai "amnesia yang menyelubungi tahun-tahun pertama masa kanak-kanak" (die Amnesie, welche die ersten Kinderjahre verhüllt). Ia mengamati bahwa pasien-pasiennya hampir tidak pernah bisa mengingat apa pun sebelum usia tiga atau empat tahun, dan ingatan yang muncul setelah itu pun bersifat fragmental, tidak koheren, seperti potongan-potongan film yang hilang sebagian besar footage-nya.

Freud, dengan kecenderungannya yang khas, mencoba menjelaskan fenomena ini melalui lensa psikoanalisis: amnesia infantil, katanya, adalah hasil dari represi, pikiran bawah sadar secara aktif menekan ingatan-ingatan awal yang bersifat seksual dan agresif karena dianggap terlalu mengancam bagi kesadaran. Teori ini, meskipun puitis dan dramatis, kini sebagian besar sudah ditinggalkan oleh neurosains modern. Tidak ada bukti bahwa bayi memiliki ingatan seksual yang direpresi. Yang ada adalah bukti bahwa otak bayi secara struktural belum siap untuk membentuk dan menyimpan ingatan naratif jangka panjang.


Konten

MANUSIA TANPA PAMFLET: Penelusuran Eksistensial Semiaji tentang Lahir, Hidup, dan Mati