Membedah Alam Bawah Sadar Para Pemimpin Dunia lewat Biologi Kekuasaan


Deskripsi

Dalam sejarah politik modern Amerika Serikat, tidak ada figur yang lebih sempurna mewakili tesis Ludwig selain Donald J. Trump. Psikolog Dan P. McAdams (2017) menganalisis Trump melalui kerangka evolusioner dan menyimpulkan bahwa ia "meminjamkan saluran kepada dominasi primal." McAdams menulis:

“ Like the alpha male of a chimpanzee colony, Trump leads through intimidation, bluster, and threat, and through the establishment of short-term, opportunistic relationships with other high-status agents.”

Trump adalah contoh sempurna dari "dominance-oriented leadership"—kepemimpinan berbasis dominasi—yang dibedakan McAdams dari "prestige leadership" yang berbasis keahlian dan penghormatan, sebagaimana dicontohkan Barack Obama. Kepribadian Trump adalah "campuran temperamen yang mudah meledak dari ekstraversi tinggi dan keramahan rendah, agenda motivasional yang berpusat pada narsisisme ekstrem, dan kisah hidup terinternalisasi yang mencerminkan pola hidup eksploitasi seorang pejuang yang harus selamanya berjuang untuk menang di dunia Hobbesian yang penuh pembantaian."

Apa yang membuat Trump menjadi contoh efektif dalam kerangka Ludwig? Trump tidak perlu menjadi ilmuwan politik atau ahli ketatanegaraan. Ia tidak perlu menguasai detail kebijakan atau memahami seluk-beluk birokrasi. Ia cukup menyalurkan agresi sistem limbiknya melalui cuitan-cuitan media sosial yang oleh McAdams disamakan dengan charging displays yang umum dilakukan simpanse alpha male: "dirancang untuk mengintimidasi". Trump membangun kekuasaannya di atas pondasi yang paling primitif: Rasa takut, ancaman, dan janji perlindungan dari musuh-musuh yang ia ciptakan sendiri.


Konten

Membedah Alam Bawah Sadar Para Pemimpin Dunia lewat Biologi Kekuasaan

Harga

Rp 3.000

Detail Tulisan

Penulis

Seta Basri

Bahasa

Indonesia

Genre

Nonfiksi

Loading...

Membedah Alam Bawah Sadar Para Pemimpin Dunia lewat Biologi Kekuasaan


Deskripsi

Dalam sejarah politik modern Amerika Serikat, tidak ada figur yang lebih sempurna mewakili tesis Ludwig selain Donald J. Trump. Psikolog Dan P. McAdams (2017) menganalisis Trump melalui kerangka evolusioner dan menyimpulkan bahwa ia "meminjamkan saluran kepada dominasi primal." McAdams menulis:

“ Like the alpha male of a chimpanzee colony, Trump leads through intimidation, bluster, and threat, and through the establishment of short-term, opportunistic relationships with other high-status agents.”

Trump adalah contoh sempurna dari "dominance-oriented leadership"—kepemimpinan berbasis dominasi—yang dibedakan McAdams dari "prestige leadership" yang berbasis keahlian dan penghormatan, sebagaimana dicontohkan Barack Obama. Kepribadian Trump adalah "campuran temperamen yang mudah meledak dari ekstraversi tinggi dan keramahan rendah, agenda motivasional yang berpusat pada narsisisme ekstrem, dan kisah hidup terinternalisasi yang mencerminkan pola hidup eksploitasi seorang pejuang yang harus selamanya berjuang untuk menang di dunia Hobbesian yang penuh pembantaian."

Apa yang membuat Trump menjadi contoh efektif dalam kerangka Ludwig? Trump tidak perlu menjadi ilmuwan politik atau ahli ketatanegaraan. Ia tidak perlu menguasai detail kebijakan atau memahami seluk-beluk birokrasi. Ia cukup menyalurkan agresi sistem limbiknya melalui cuitan-cuitan media sosial yang oleh McAdams disamakan dengan charging displays yang umum dilakukan simpanse alpha male: "dirancang untuk mengintimidasi". Trump membangun kekuasaannya di atas pondasi yang paling primitif: Rasa takut, ancaman, dan janji perlindungan dari musuh-musuh yang ia ciptakan sendiri.


Konten

Membedah Alam Bawah Sadar Para Pemimpin Dunia lewat Biologi Kekuasaan