Relevansi Teori Democratic Backsliding bagi Indonesia Kontemporer


Deskripsi

Perjalanan dari fondasi teoretis democratic backsliding hingga pengujiannya di gelanggang politik Indonesia kontemporer membawa kita pada beberapa kesimpulan yang tak terelakkan.

Pertama, Indonesia adalah kasus buku teks dari executive aggrandizement kontemporer. Setiap mekanisme yang diidentifikasi oleh Bermeo (2016), pelemahan peradilan, kooptasi elite, pembatasan ruang sipil, perluasan peran militer, manipulasi aturan pemilu, dapat ditemukan dengan jelas dalam lanskap politik Indonesia pasca-2019. Fakta bahwa sebagian besar erosi ini terjadi secara legal, melalui legislasi dan keputusan pengadilan, menunjukkan betapa canggihnya varian kontemporer dari kemunduran demokrasi.

Kedua, kasus Indonesia mengonfirmasi teori Meyerrose tentang pendelegasian demokrasi. Keterlibatan mendalam Indonesia dalam berbagai organisasi internasional dan rezim perdagangan telah, seiring waktu, memperkuat kekuasaan eksekutif dan membatasi ruang kebijakan domestik, menciptakan kondisi struktural yang kondusif bagi kemunduran demokrasi.

Ketiga, dan ini adalah secercah optimisme yang dijaga: Resistensi masyarakat sipil Indonesia sangat signifikan dan patut dicatat. Gelombang protes 2025, meskipun dihadapi dengan represi, menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia belum mati. Publik 


Konten

Relevansi Teori Democratic Backsliding bagi Indonesia Kontemporer

Harga

Rp 5.000

Detail Tulisan

Penulis

Seta Basri

Bahasa

Indonesia

Genre

Nonfiksi

Loading...

Relevansi Teori Democratic Backsliding bagi Indonesia Kontemporer


Deskripsi

Perjalanan dari fondasi teoretis democratic backsliding hingga pengujiannya di gelanggang politik Indonesia kontemporer membawa kita pada beberapa kesimpulan yang tak terelakkan.

Pertama, Indonesia adalah kasus buku teks dari executive aggrandizement kontemporer. Setiap mekanisme yang diidentifikasi oleh Bermeo (2016), pelemahan peradilan, kooptasi elite, pembatasan ruang sipil, perluasan peran militer, manipulasi aturan pemilu, dapat ditemukan dengan jelas dalam lanskap politik Indonesia pasca-2019. Fakta bahwa sebagian besar erosi ini terjadi secara legal, melalui legislasi dan keputusan pengadilan, menunjukkan betapa canggihnya varian kontemporer dari kemunduran demokrasi.

Kedua, kasus Indonesia mengonfirmasi teori Meyerrose tentang pendelegasian demokrasi. Keterlibatan mendalam Indonesia dalam berbagai organisasi internasional dan rezim perdagangan telah, seiring waktu, memperkuat kekuasaan eksekutif dan membatasi ruang kebijakan domestik, menciptakan kondisi struktural yang kondusif bagi kemunduran demokrasi.

Ketiga, dan ini adalah secercah optimisme yang dijaga: Resistensi masyarakat sipil Indonesia sangat signifikan dan patut dicatat. Gelombang protes 2025, meskipun dihadapi dengan represi, menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia belum mati. Publik 


Konten

Relevansi Teori Democratic Backsliding bagi Indonesia Kontemporer