Relevansi Teori Geoekonomi dalam Dinamika Politik Internasional


Deskripsi

Pada suatu pagi di bulan April 2026, Presiden AS menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif 100% pada semikonduktor impor. Ribuan kilometer jauhnya, di Brussels, para pejabat Uni Eropa menyelesaikan draf akhir paket sanksi ke-20 terhadap Rusia, kali ini menargetkan "armada bayangan" kapal tanker minyak. 

Di saat yang sama, Beijing diam-diam memperluas daftar mineral tanah jarang yang dilarang untuk diekspor, menciptakan kepanikan di rantai pasok otomotif global. Tidak ada satu pun tembakan yang dilepaskan, tidak ada satu pun tank yang melintasi perbatasan. Namun demikian, ketiga tindakan ini mewakili bentuk peperangan paling kontemporer: perang melalui sarana ekonomi.

Realitas inilah yang oleh Robert D. Blackwill dan Jennifer M. Harris dinamakan "geoekonomi" dalam karya magnum opus mereka War by Other Means: Geoeconomics and Statecraft (2016). Diterbitkan oleh Harvard University Press, buku ini menyajikan analisis tajam tentang bagaimana negara-negara semakin menggunakan instrumen ekonomi untuk mencapai tujuan geopolitik, dan mengapa Amerika Serikat, negara adidaya yang justru merancang arsitektur ekonomi global pasca-Perang Dunia II, secara mengejutkan tertinggal dalam perlombaan ini.

Esai ini bertujuan untuk membedah perspektif geoekonomi sebagaimana diartikulasikan oleh Blackwill dan Harris, mengeksplorasi fondasi teoretisnya, dan mengevaluasi relevansinya dalam dinamika politik internasional masa kini. Dengan menggunakan gaya bahasa populer yang dapat diakses oleh mahasiswa dan publik umum, esai ini akan menunjukkan bahwa geoekonomi bukan sekadar jargon akademis, melainkan lensa esensial untuk memahami lanskap konflik global kontemporer, dari perang dagang AS-Tiongkok hingga sanksi terhadap Rusia, dari kompetisi mineral kritis hingga perebutan dominasi teknologi semikonduktor. Sebagaimana dikatakan oleh Blackwill dan Harris (2016), "hari ini, negara-negara semakin melakukan pertempuran geopolitik melalui sarana ekonomi" (hlm. 1).

Definisi dan Fondasi Teoretis

Apakah geoekonomi itu? Pertanyaan ini tampaknya sederhana, namun jawabannya telah memicu perdebatan 


Konten

Relevansi Teori Geoekonomi dalam Dinamika Politik Internasional

Harga

Rp 5.000

Detail Tulisan

Penulis

Seta Basri

Bahasa

Indonesia

Genre

Nonfiksi

Loading...

Relevansi Teori Geoekonomi dalam Dinamika Politik Internasional


Deskripsi

Pada suatu pagi di bulan April 2026, Presiden AS menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif 100% pada semikonduktor impor. Ribuan kilometer jauhnya, di Brussels, para pejabat Uni Eropa menyelesaikan draf akhir paket sanksi ke-20 terhadap Rusia, kali ini menargetkan "armada bayangan" kapal tanker minyak. 

Di saat yang sama, Beijing diam-diam memperluas daftar mineral tanah jarang yang dilarang untuk diekspor, menciptakan kepanikan di rantai pasok otomotif global. Tidak ada satu pun tembakan yang dilepaskan, tidak ada satu pun tank yang melintasi perbatasan. Namun demikian, ketiga tindakan ini mewakili bentuk peperangan paling kontemporer: perang melalui sarana ekonomi.

Realitas inilah yang oleh Robert D. Blackwill dan Jennifer M. Harris dinamakan "geoekonomi" dalam karya magnum opus mereka War by Other Means: Geoeconomics and Statecraft (2016). Diterbitkan oleh Harvard University Press, buku ini menyajikan analisis tajam tentang bagaimana negara-negara semakin menggunakan instrumen ekonomi untuk mencapai tujuan geopolitik, dan mengapa Amerika Serikat, negara adidaya yang justru merancang arsitektur ekonomi global pasca-Perang Dunia II, secara mengejutkan tertinggal dalam perlombaan ini.

Esai ini bertujuan untuk membedah perspektif geoekonomi sebagaimana diartikulasikan oleh Blackwill dan Harris, mengeksplorasi fondasi teoretisnya, dan mengevaluasi relevansinya dalam dinamika politik internasional masa kini. Dengan menggunakan gaya bahasa populer yang dapat diakses oleh mahasiswa dan publik umum, esai ini akan menunjukkan bahwa geoekonomi bukan sekadar jargon akademis, melainkan lensa esensial untuk memahami lanskap konflik global kontemporer, dari perang dagang AS-Tiongkok hingga sanksi terhadap Rusia, dari kompetisi mineral kritis hingga perebutan dominasi teknologi semikonduktor. Sebagaimana dikatakan oleh Blackwill dan Harris (2016), "hari ini, negara-negara semakin melakukan pertempuran geopolitik melalui sarana ekonomi" (hlm. 1).

Definisi dan Fondasi Teoretis

Apakah geoekonomi itu? Pertanyaan ini tampaknya sederhana, namun jawabannya telah memicu perdebatan 


Konten

Relevansi Teori Geoekonomi dalam Dinamika Politik Internasional