Revolusi Otak Sang Centeng dan Runtuhnya Dinasti Licik di Astina: Babad Pertama


Deskripsi

 Imprint: iv; 581 hml; 14 x 20 cm 

Daftar Isi ii

Babak 1 Dua Gigi Yuyutsu dan Sebuah Kesalahpahaman Entomologis 1

Babak 2 Seni Memutar Otak di Bawah Tekanan Tinju 15

Babak 3 Persiapan Keberangkatan dan Pelajaran Kilat Sebelum Terbang 24

Babak 4 Kelas Bisnis Qatar Airways dan Pramugari Lebanon 28

Babak 5 Kedatangan di Athena dan Kesan Pertama pada Lyceum 37

Babak 6 Peripatetik Perdana dan Tes Masuk ala Ki Aristoteles 47

Babak 7 Abiogenesis Spontanea, Ketiga Daging Busuk Menjadi Guru Politik 52

Babak 8 Retorika, Ethos, Pathos, Logos, dan Perburuan Si Sophis Tua 59

Babak 9: Praktikum Retorika, Debat Latihan, dan Kekalahan Memalukan 70

Babak 10: Silogisme, Matematika Pikiran yang Tak Terbantahkan 74

Babak 11: Silogisme Lanjutan, Membongkar Premis Tersembunyi 80

Babak 12 Kategorisari, Seni Meletakkan Masalah pada Kotaknya 84

Babak 13 Etika, Mencari Jalan Tengah di antara Dua Kutub 89

Babak 14 Politeia versus Demokrasi, Jalan Ketiga yang Mengejutkan 93

Babak 15 Ujian Akhir dan Permintaan 100 Kilogram Emas 9

Babak 16 Boarding dan Secangkir Sampanye 103

Babak 17 Pengakuan di Ketinggian 35.000 Kaki 107

Babak 18 Argumen Pertama Yuyutsu, Senjata Konta dan Kemustahilan Membunuh Jayadrata 113

Babak 19 Argumen Kedua Yuyutsu, Dursilawati Bukanlah Objek yang Bisa Diklaim 118

Babak 20 Argumen Ketiga Yuyutsu, Diplomasi, Bukan Senjata 123

Babak 21 Babat Alas di Mentaok dan Mimpi tentang Kerajaan Baru 28

Babak 22 Argumen Pamungkas Yuyutsu, Cinta Sejati Tidak Dimulai dengan Pembunuhan 133

Babak 23 Pendaratan dan Sebuah Surat untuk Dursilawati 140

Babak 24 Kedatangan di Istana dan Wajah-wajah yang Tidak Terduga 146

Babak 25 Tantangan Diumumkan dan Wajah-wajah Memerah 151

Babak 26 Persiapan Debat dan Penentuan Aturan Main 162

Babak 27 Tema Pertama, Politeia versus Demokrasi 224

Babak 28 Tema Kedua, Persamaan Gender 261

Babak 29 Tema Ketiga Emansipasi Perempuan 292

Babak 30 Tema Keempat Silogisme Induktif dan Deduktif, Pertarungan Logika 326

Babak 31 Tema Kelima Klasifikasi Flora dan Fauna 351

Babak 32 Tema Keenam Bentuk-bentuk Negara Terbaik dan Terburuk 377

Babak 33 Tema Ketujuh Bentuk Negara Paling Realistis untuk Negeri Pewayangan Internasional 407

Babak 34 Tema Kedelapan Apakah Dewa Itu Riil atau Sekadar Mitos? 433

Babak 35 Tema Kesembilan Mengapa Athena Lebih Maju Ketimbang Sparta 464

Babak 36 Tema Kesepuluh Mengapa Proyek Makan Siang Gratis di Negeri Mahjong Menuai Kritik 490

Babak 37: Keputusan Duryudana dan Nasib 100 Kilogram Emas ANTAM 511

Babak 38 Surat yang Ditulis Malam Itu 537

Babak 39 Karna dan Dursilawati Dipanggil oleh Duryudana 572


Konten

Revolusi Otak Sang Centeng dan Runtuhnya Dinasti Licik di Astina: Babad Pertama

Harga

Rp 9.000

Detail Tulisan

Penulis

Seta Basri

Bahasa

Indonesia

Genre

Humor

Loading...

Revolusi Otak Sang Centeng dan Runtuhnya Dinasti Licik di Astina: Babad Pertama


Deskripsi

 Imprint: iv; 581 hml; 14 x 20 cm 

Daftar Isi ii

Babak 1 Dua Gigi Yuyutsu dan Sebuah Kesalahpahaman Entomologis 1

Babak 2 Seni Memutar Otak di Bawah Tekanan Tinju 15

Babak 3 Persiapan Keberangkatan dan Pelajaran Kilat Sebelum Terbang 24

Babak 4 Kelas Bisnis Qatar Airways dan Pramugari Lebanon 28

Babak 5 Kedatangan di Athena dan Kesan Pertama pada Lyceum 37

Babak 6 Peripatetik Perdana dan Tes Masuk ala Ki Aristoteles 47

Babak 7 Abiogenesis Spontanea, Ketiga Daging Busuk Menjadi Guru Politik 52

Babak 8 Retorika, Ethos, Pathos, Logos, dan Perburuan Si Sophis Tua 59

Babak 9: Praktikum Retorika, Debat Latihan, dan Kekalahan Memalukan 70

Babak 10: Silogisme, Matematika Pikiran yang Tak Terbantahkan 74

Babak 11: Silogisme Lanjutan, Membongkar Premis Tersembunyi 80

Babak 12 Kategorisari, Seni Meletakkan Masalah pada Kotaknya 84

Babak 13 Etika, Mencari Jalan Tengah di antara Dua Kutub 89

Babak 14 Politeia versus Demokrasi, Jalan Ketiga yang Mengejutkan 93

Babak 15 Ujian Akhir dan Permintaan 100 Kilogram Emas 9

Babak 16 Boarding dan Secangkir Sampanye 103

Babak 17 Pengakuan di Ketinggian 35.000 Kaki 107

Babak 18 Argumen Pertama Yuyutsu, Senjata Konta dan Kemustahilan Membunuh Jayadrata 113

Babak 19 Argumen Kedua Yuyutsu, Dursilawati Bukanlah Objek yang Bisa Diklaim 118

Babak 20 Argumen Ketiga Yuyutsu, Diplomasi, Bukan Senjata 123

Babak 21 Babat Alas di Mentaok dan Mimpi tentang Kerajaan Baru 28

Babak 22 Argumen Pamungkas Yuyutsu, Cinta Sejati Tidak Dimulai dengan Pembunuhan 133

Babak 23 Pendaratan dan Sebuah Surat untuk Dursilawati 140

Babak 24 Kedatangan di Istana dan Wajah-wajah yang Tidak Terduga 146

Babak 25 Tantangan Diumumkan dan Wajah-wajah Memerah 151

Babak 26 Persiapan Debat dan Penentuan Aturan Main 162

Babak 27 Tema Pertama, Politeia versus Demokrasi 224

Babak 28 Tema Kedua, Persamaan Gender 261

Babak 29 Tema Ketiga Emansipasi Perempuan 292

Babak 30 Tema Keempat Silogisme Induktif dan Deduktif, Pertarungan Logika 326

Babak 31 Tema Kelima Klasifikasi Flora dan Fauna 351

Babak 32 Tema Keenam Bentuk-bentuk Negara Terbaik dan Terburuk 377

Babak 33 Tema Ketujuh Bentuk Negara Paling Realistis untuk Negeri Pewayangan Internasional 407

Babak 34 Tema Kedelapan Apakah Dewa Itu Riil atau Sekadar Mitos? 433

Babak 35 Tema Kesembilan Mengapa Athena Lebih Maju Ketimbang Sparta 464

Babak 36 Tema Kesepuluh Mengapa Proyek Makan Siang Gratis di Negeri Mahjong Menuai Kritik 490

Babak 37: Keputusan Duryudana dan Nasib 100 Kilogram Emas ANTAM 511

Babak 38 Surat yang Ditulis Malam Itu 537

Babak 39 Karna dan Dursilawati Dipanggil oleh Duryudana 572


Konten

Revolusi Otak Sang Centeng dan Runtuhnya Dinasti Licik di Astina: Babad Pertama