Studi ini menganalisis mekanisme sosialisasi politik dalam sistem politik Israel dan kontribusinya terhadap pembentukan persepsi kolektif mengenai wilayah Palestina. Dengan menggunakan kerangka teoretis Gabriel A. Almond tentang fungsi pemeliharaan sistem politik serta konseptualisasi Edward S. Greenberg mengenai transmisi nilai politik, studi ini menelaah peran lima agen sosialisasi yakni keluarga, sekolah, partai politik, media massa, dan pemerintah, dalam memproduksi dan mereproduksi dukungan terhadap perluasan permukiman di Tepi Barat.
Melalui pendekatan analisis wacana kritis terhadap dokumen kebijakan, teks kurikulum, dan liputan media periode 2018–2026, studi ini menemukan bahwa kelima agen tersebut beroperasi secara sinergis dalam membangun narasi dominan yang mengaitkan identitas nasional Yahudi dengan klaim teritorial eksklusif. Temuan ini mengonfirmasi bahwa fungsi maintenance sistem politik Israel bertumpu pada efektivitas sosialisasi politik dalam mempertahankan dukungan publik terhadap kebijakan ekspansi, meskipun menghadapi kritik internasional. Studi ini juga menyoroti keterbatasan model struktural-fungsional Almond dalam menjelaskan dimensi kekerasan struktural yang melekat pada proyek kolonialisme pemukim.
Studi ini menganalisis mekanisme sosialisasi politik dalam sistem politik Israel dan kontribusinya terhadap pembentukan persepsi kolektif mengenai wilayah Palestina. Dengan menggunakan kerangka teoretis Gabriel A. Almond tentang fungsi pemeliharaan sistem politik serta konseptualisasi Edward S. Greenberg mengenai transmisi nilai politik, studi ini menelaah peran lima agen sosialisasi yakni keluarga, sekolah, partai politik, media massa, dan pemerintah, dalam memproduksi dan mereproduksi dukungan terhadap perluasan permukiman di Tepi Barat.
Melalui pendekatan analisis wacana kritis terhadap dokumen kebijakan, teks kurikulum, dan liputan media periode 2018–2026, studi ini menemukan bahwa kelima agen tersebut beroperasi secara sinergis dalam membangun narasi dominan yang mengaitkan identitas nasional Yahudi dengan klaim teritorial eksklusif. Temuan ini mengonfirmasi bahwa fungsi maintenance sistem politik Israel bertumpu pada efektivitas sosialisasi politik dalam mempertahankan dukungan publik terhadap kebijakan ekspansi, meskipun menghadapi kritik internasional. Studi ini juga menyoroti keterbatasan model struktural-fungsional Almond dalam menjelaskan dimensi kekerasan struktural yang melekat pada proyek kolonialisme pemukim.