Teori Hubungan Internasional


Deskripsi

PRAKATA

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya Diktat Mata Kuliah Teori Hubungan Internasional ini akhirnya dapat disusun dan hadir di tangan para pembaca, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh perkuliahan. Diktat ini lahir dari kesadaran bahwa studi Hubungan Internasional (HI) bukan sekadar hafalan nama, peristiwa, atau traktat, melainkan sebuah medan pemikiran yang hidup, penuh perdebatan, dan terus berkembang. Memahami teori berarti menyelami cara kita melihat dunia, bukan hanya apa yang kita lihat.

Berbeda dari buku teks yang seringkali hanya menyajikan ringkasan kaku, diktat ini disusun mengikuti alur perkuliahan selama satu semester. Setiap bab mewakili satu pertemuan, dimulai dari pertanyaan paling mendasar, apakah teori itu dan mengapa kita membutuhkannya, lalu membawa Anda menelusuri “Perdebatan Besar” (Great Debates) dalam HI. Kita akan berkenalan dengan tradisi klasik Realisme dan transisinya ke Neorealisme, menyelami optimisme Liberalisme hingga Neoliberalisme, serta menemukan jalan tengah Mazhab Inggris yang berbicara tentang masyarakat internasional.

Perjalanan berlanjut ke perspektif yang lebih reflektif. Konstruktivisme mengajak kita merenungkan bagaimana norma dan identitas membentuk realitas, sementara Teori Kritis menantang kita untuk tidak hanya menjelaskan dunia, tetapi mengubahnya demi emansipasi manusia. Setelah Ujian Tengah Semester, cakrawala berpikir kita perluas dengan suara-suara yang selama ini terpinggirkan: kritik Feminisme terhadap maskulinitas teori, gugatan Pascastrukturalisme terhadap wacana dan kekuasaan, serta perlawanan Pascakolonialisme terhadap Eurosentrisme. Kita juga akan menyapa Teori Hijau yang mendesak isu ekologi, dan berpuncak pada upaya membangun Teori Non-Barat serta Global IR, sebuah ajakan agar kita, dari Indonesia, berani menyumbangkan perspektif sendiri dalam memahami tatanan global.

Diktat ini dirancang bukan sekadar bacaan pasif. Di dalamnya, Anda akan menemukan fokus materi yang tajam, perbandingan antarperspektif, dan ajakan untuk mengoperasikan teori melalui studi kasus kontemporer, dari invasi, perang dagang, hingga perubahan iklim. Tujuannya satu: menjadikan teori sebagai alat analisis yang praktis, relevan, dan membumi. Saya berharap, setelah mengikuti alur diktat ini, Anda tidak hanya mampu memetakan The Great Debates, tetapi juga memiliki kepekaan kritis dan keberanian intelektual untuk merajut benang merah dari Realisme klasik hingga dekolonisasi HI.

Ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada seluruh kolega, asisten, dan mahasiswa yang telah memberikan masukan berharga selama proses penyusunan. Terima kasih pula kepada keluarga atas kesabaran dan dukungannya. Diktat ini tentu masih memiliki kekurangan, ibarat peta yang selalu bisa dilengkapi. Karena itu, kritik dan saran dari para pembaca sangat saya nantikan demi penyempurnaan di masa mendatang.

Akhir kata, selamat menyelami samudra pemikiran HI. Nikmati setiap perdebatan, sebab di sanalah ilmu pengetahuan bermula. Semoga diktat ini menjadi bekal yang bermanfaat dalam perjalanan akademik Anda, sekaligus menjadi pengingat bahwa teori yang paling indah adalah teori yang mampu menjelaskan realitas zamannya, dan menggerakkan kita menuju dunia yang lebih adil.

Selamat membaca, selamat berpikir, selamat berdiskusi!

Penulis

Cileungsi City – Bogor Resident – West Java

DAFTAR ISI

PRAKATA ii

DAFTAR ISI iv

DAFTAR TABEL x

Pertemuan 1 Pendahuluan, Apakah Teori Itu dan Mengapa Kita Membutuhkannya? 1

1 Pendahuluan 1

2 Apa Itu Teori HI? 2

2.1 Definisi dan Komponen Teori 2

2.2 Mengapa Teori Dibutuhkan? 3

3 Hubungan Antara Teori, Sejarah, dan Praktik 4

3.1 Teori dan Sejarah 4

3.2 Teori dan Praktik 5

3.3 Teori, Sejarah, dan Praktik dalam Konteks Indonesia 6

4 Peta Besar Tradisi Pemikiran HI 6

4.1 Perdebatan Pertama 7

4.2 Perdebatan Kedua 8

4.3 Perdebatan Ketiga 9

4.4 Perdebatan Keempat 10

4.5 Tabel Ringkasan The Great Debates 10

4.6 Kritik terhadap Narasi The Great Debates 11

5 Paradigma, Perspektif, dan Worldview 11

5.1 Paradigma 11

5.2 Perspektif 12

5.3 Worldview 13

5.4 Tabel Perbandingan 13

6 Penutup 14

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 15

Daftar Pustaka 16

Pertemuan 2 Tradisi Klasik, Realisme dan Neorealisme 19

1 Pendahuluan 19

2 Menelusuri Akar Filsafat Realisme Klasik 19

2.1 Thucydides (c. 460–400 SM) 20

2.2 Niccolò Machiavelli (1469–1527) 21

2.3 Thomas Hobbes (1588–1679) 21

3 Fondasi Realisme Klasik 22

3.1 Enam Prinsip Realisme Politik 22

3.2 Kritik Terhadap Realisme Klasik 23

4 Neorealisme/Realisme Struktural 24

4.1 Anarki dan Struktur Sistem Internasional 24

4.2 Logika Balancing dan Stabilitas Sistem 25

4.3 Keterbatasan dan Kritik terhadap Neorealisme 26

5 Potret Komparatif: Realisme Klasik vs. Neorealisme 26

6 Realisme dalam Praktek 27

6.1 Studi Kasus Global 1 27

6.2 Studi Kasus Global 2 27

6.3 Studi Kasus Indonesia 28

6.4 Studi Kasus Indonesia (2) 29

7 Penutup 29

8 Soal-Soal Esai Evaluasi 29

Daftar Pustaka 31

Pertemuan 3 Tradisi Liberal, Idealisme hingga Neoliberalisme 32

1 Pendahuluan 32

2 Akar Liberalisme Klasik 33

2.1 Immanuel Kant (1724–1804) 33

2.2 Jeremy Bentham dan Utilitarianisme dalam HI 34

2.3 Woodrow Wilson 34

3 Kebangkitan Neoliberalisme Institusional 35

3.1 Robert Keohane dan After Hegemony (1984) 35

3.2 Interdependensi Kompleks 36

3.3 Rezim Internasional 37

3.4 Neoliberalisme vs. Neorealisme 38

3.5 Soft Power 39

4 Liberalisme dalam Praktek 39

4.1 Studi Kasus Global 1 39

4.2 Studi Kasus Global 2 40

4.3 Studi Kasus Indonesia (1) 40

4.4 Studi Kasus Indonesia (2) 41

5 Kritik terhadap Liberalisme 41

6 Penutup 42

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 43

Daftar Pustaka 44

Pertemuan 4 Mazhab Inggris (The English School), Jalan Tengah? 46

1 Pendahuluan 46

2 Arsitektur Konseptual 47

2.1 Sistem Internasional 47

2.2 Masyarakat Internasional 48

2.3 Masyarakat Dunia 49

2.4 Triad Konseptual 50

3 Arsitek Mazhab Inggris 51

3.1 Hedley Bull 51

3.2 Adam Watson 53

3.3 Barry Buzan 53

4 Mazhab Inggris dan Teori-Teori Lain 54

4.1 Mazhab Inggris dan Konstruktivisme 54

4.2 Debat Pluralis-Solidaris 55

4.3 Kritik terhadap Mazhab Inggris 56

5 Relevansi Kontemporer 56

5.1 Kasus Global 56

5.2 Kasus Regional 57

5.3 Kasus Indonesia 57

6 Penutup 58

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 58

Daftar Pustaka 60

Pertemuan 5 Konstruktivisme, Dunia sebagai Bentukan Sosial 62

1 Pendahuluan 62

2 Fondasi Meta-Teoretis 63

2.1 Ontologi 63

2.2 Epistemologi 64

2.3 Konstruktivisme sebagai Jalan Tengah 64

3 "Anarchy is What States Make of It" 65

3.1 Mendekonstruksi Asumsi Neorealisme 65

3.2 Proses Pembentukan Identitas dan Kepentingan 66

3.3 Struktur Ideasional dan Tiga Budaya Anarki 66

4 Logika Konsekuensi vs. Logika Kesesuaian 67

4.1 Logika Konsekuensi 67

4.2 Logika Kesesuaian 68

4.3 Implikasi untuk Analisis HI 68

5 Epistemic Community dan Siklus Hidup Norma 69

5.1 Epistemic Community 69

5.2 Siklus Hidup Norma 70

5.3 Studi Kasus 71

6 Konstruktivisme dalam Praktek 71

6.1 Kasus Global 1 71

6.2 Kasus Global 2 72

6.3 Kasus Indonesia (1) 73

6.4 Kasus Indonesia (2) 73

7 Penutup 74

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 74

Daftar Pustaka 76

Pertemuan 6 Teori Kritis dan Emansipasi 78

1 Pendahuluan 78

2 Mazhab Frankfurt 79

3 Problem-Solving vs. Critical Theory 80

3.1 Problem-Solving Theory 80

3. 2 Critical Theory 81

4 Andrew Linklater 82

4.1 Dari Warga Negara ke Warga Dunia 82

4.2 Perbandingan Kontribusi Cox dan Linklater 84

5 Relevansi Kontemporer 84

5.1 Kasus Global 84

5.2 Kasus Indonesia (1) 85

5.3 Kasus Indonesia (2) 85

6 Penutup 86

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 87

Daftar Pustaka 88

Pertemuan 7 Diskusi & Pendalaman Kasus, Menguji Perspektif Realis, Liberalis, dan Konstruktivis 89

1 Pendahuluan 89

2 Rekapitulasi Singkat 89

2.1 Realisme (Klasik dan Struktural) 90

2.2 Liberalisme (terutama Neoliberal Institusionalisme) 90

2.3 Konstruktivisme 90

3 Studi Kasus 1 91

3.1 Melalui Lensa Realisme 91

3.2 Melalui Lensa Liberalisme 92

3.3 Melalui Lensa Konstruktivisme 93

4 Studi Kasus 2 94

4.1 Melalui Lensa Realisme 95

4.2 Melalui Lensa Liberalisme 95

4.3 Melalui Lensa Konstruktivisme 96

5 Refleksi Komparatif 97

6 Implikasi bagi Indonesia 98

7 Penutup 99

8 Soal-Soal Esai Evaluasi (untuk Latihan atau UTS) 100

Daftar Pustaka 101

Pertemuan 8 Ujian Tengah Semester (UTS) 102

1 Pendahuluan 102

2 Rekapitulasi Esensial 103

2.1 Pertemuan 1 Pendahuluan, Apakah Teori Itu dan Mengapa Kita Membutuhkannya? 103

2.2 Pertemuan 2 Tradisi Klasik, Realisme dan Neorealisme 103

2.3 Pertemuan 3 Tradisi Liberal, Idealisme hingga Neoliberalisme 104

2.4 Pertemuan 4 Mazhab Inggris, Jalan Tengah? 105

2.5 Pertemuan 5 Konstruktivisme, Dunia sebagai Bentukan Sosial 105

2.6 Pertemuan 6 Teori Kritis dan Emansipasi 106

2.7 Pertemuan 7 Diskusi & Pendalaman Kasus 106

3 Panduan Mengikuti UTS 107

4 Soal-Soal Ujian Tengah Semester (UTS) 108

Daftar Pustaka 109

Pertemuan 9 Feminisme dan Gender dalam HI 111

1 Pendahuluan 111

2 Membongkar Mitos 112

2.1 Realisme 112

2.2 Neoliberalisme 113

2.3 Konstruktivisme 113

3 Dua Arsitek Feminisme HI 113

3.1 J. Ann Tickner 114

3.2 Cynthia Enloe 115

4 Gender sebagai Perspektif Analitis 116

4.1 Apa Itu Gender? 116

4.2 Maskulinitas Hegemonik dan Operasinya dalam HI 117

4.3 Pertanyaan Inti Perspektif Feminis HI 117

5 Relevansi Kontemporer 118

5.1 Kasus Global 118

5.2 Kasus Indonesia 119

6 Penutup 120

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 121

Daftar Pustaka 122

Pertemuan 10 Pascastrukturalisme dan Pascakolonialisme 124

1 Pendahuluan 124

2 Pascastrukturalisme 125

2.1 Fondasi 125

2.2 Jacques Derrida dan Dekonstruksi 126

2.3 Michel Foucault 126

2.4 Aplikasi dalam HI 127

3 Pascakolonialisme 128

3.1 Kritik terhadap Eurosentrisme dalam HI 128

3.2 Edward Said dan Orientalisme 128

3.3 Gayatri Chakravorty Spivak dan "Yang Subaltern" 129

3.4 Homi K. Bhabha 129

3.5 Aplikasi dalam HI 130

4 Relevansi Kontemporer 130

4.1 Kasus Global 130

4.2 Kasus Indonesia (1) 131

4.3 Kasus Indonesia (2) 132

4.4 Kasus Indonesia (3) 132

5 Penutup 133

6 Soal-Soal Esai Evaluasi 134

Daftar Pustaka 135

Pertemuan 11 Teori Hijau (Green Theory) & Keamanan Non-Tradisional 137

1 Pendahuluan 137

2 Fondasi Filosofis 138

2.1 Antroposentrisme 138

2.2 Ekosentrisme 139

2.3 Pemikir Kunci 139

3 Konsekuensi Analitis 140

3.1 Keamanan Non-Tradisional dan Keamanan Ekologis 140

3.2 Kritik terhadap Sustainable Development 140

4 Relevansi Politik Kontemporer 141

4.1 Kasus Global 141

4.2 Kasus Global 142

4.3 Kasus Indonesia (1) 142

4.4 Kasus Indonesia (2) 143

5 Penutup 144

6 Soal-Soal Esai Evaluasi 144

Daftar Pustaka 145

Pertemuan 12 Teori-Teori "Non-Barat" dan Dekolonisasi Hubungan Internasional 147

Bagian 1 Pendahuluan 147

1 Membongkar Mitos 148

2 Dari Hegemoni ke Dekolonisasi 149

Bagian 2 Memetakan Pemikiran HI dari Dunia Ketiga 150

1 Tradisi Amerika Latin 150

2 Perspektif Afrika 152

3 Tradisi Pemikiran Asia 154

Bagian 3 Menerjemahkan Konsep Kunci 156

Bagian 4 Membangun Perspektif Indonesia dalam Global IR 157

Bagian 5 Penutup 160

Lima Soal Esai untuk Mengukur Daya Serap 161

Daftar Pustaka 162

Pertemuan 13 Studi Kasus Kontemporer, Mengoperasikan Teori 164

1 Pendahuluan 164

2 Sekilas tentang Empat Lensa 165

2.1 Realisme 165

2.2 Liberalisme 165

2.3 Konstruktivisme 165

2.4 Teori Kritis 166

3 Studi Kasus 166

3.1 Melalui Lensa Realisme 166

3.2 Melalui Lensa Liberalisme 167

3.3 Melalui Lensa Konstruktivisme 168

3.4 Melalui Lensa Teori Kritis 169

3.5 Perbandingan Sistematis Empat Perspektif 170

4 Relevansi Indonesia 172

5 Penutup 173

6 Soal-Soal Esai Evaluasi 173

Daftar Pustaka 175

Pertemuan 14 Review Akhir Semester & UAS 176

1 Pendahuluan 176

2 Peta Perjalanan Intelektual 176

2.1 Fondasi dan Perdebatan Besar (Pertemuan 1–3) 176

2.2 Jalan Tengah, Revolusi Konstruktivis, dan Kritik Emansipatoris (Pertemuan 4–6) 177

2.3 Suara-Suara dari Pinggiran (Pertemuan 7–11) 177

2.4 Sintesis dan Aplikasi (Pertemuan 12–13) 178

3 Merajut Benang Merah: Empat Wawasan Integratif 178

3.1 Tidak Ada Satu Teori yang Sempurna 178

3.2 Struktur dan Agensi Selalu Berinteraksi 179

3.3 “Fakta” Tidak Pernah Berbicara Sendiri 179

3.4 HI adalah Disiplin yang Hidup dan Terus Berkembang 179

4 Panduan Menghadapi UAS 180

5 Soal-Soal Ujian Akhir Semester (UAS) 181

6 Penutup 182

Daftar Pustaka 183

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Ringkasan The Great Debates 10

Tabel 2 Perbandingan Paradigma, Perspektif, Worldview 13

Tabel 3 Tabel Komparasi Realisme Klasik vs. Neorealisme 26

Tabel 4 Neoliberalisme vs. Neorealisme 38

Tabel 5 Ringkasan Perbandingan Triad Konseptual 50

Tabel 6 Perbandingan Kunci 82

Tabel 7 Perbandingan Kontribusi Cox dan Linklater 84

Tabel 8 Perbandingan Sistematis Empat Perspektif 171


Konten

Teori Hubungan Internasional

Harga

Rp 0

Detail Tulisan

Penulis

Seta Basri

Bahasa

Indonesia

Genre

Edukasi

Loading...

Teori Hubungan Internasional


Deskripsi

PRAKATA

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya Diktat Mata Kuliah Teori Hubungan Internasional ini akhirnya dapat disusun dan hadir di tangan para pembaca, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh perkuliahan. Diktat ini lahir dari kesadaran bahwa studi Hubungan Internasional (HI) bukan sekadar hafalan nama, peristiwa, atau traktat, melainkan sebuah medan pemikiran yang hidup, penuh perdebatan, dan terus berkembang. Memahami teori berarti menyelami cara kita melihat dunia, bukan hanya apa yang kita lihat.

Berbeda dari buku teks yang seringkali hanya menyajikan ringkasan kaku, diktat ini disusun mengikuti alur perkuliahan selama satu semester. Setiap bab mewakili satu pertemuan, dimulai dari pertanyaan paling mendasar, apakah teori itu dan mengapa kita membutuhkannya, lalu membawa Anda menelusuri “Perdebatan Besar” (Great Debates) dalam HI. Kita akan berkenalan dengan tradisi klasik Realisme dan transisinya ke Neorealisme, menyelami optimisme Liberalisme hingga Neoliberalisme, serta menemukan jalan tengah Mazhab Inggris yang berbicara tentang masyarakat internasional.

Perjalanan berlanjut ke perspektif yang lebih reflektif. Konstruktivisme mengajak kita merenungkan bagaimana norma dan identitas membentuk realitas, sementara Teori Kritis menantang kita untuk tidak hanya menjelaskan dunia, tetapi mengubahnya demi emansipasi manusia. Setelah Ujian Tengah Semester, cakrawala berpikir kita perluas dengan suara-suara yang selama ini terpinggirkan: kritik Feminisme terhadap maskulinitas teori, gugatan Pascastrukturalisme terhadap wacana dan kekuasaan, serta perlawanan Pascakolonialisme terhadap Eurosentrisme. Kita juga akan menyapa Teori Hijau yang mendesak isu ekologi, dan berpuncak pada upaya membangun Teori Non-Barat serta Global IR, sebuah ajakan agar kita, dari Indonesia, berani menyumbangkan perspektif sendiri dalam memahami tatanan global.

Diktat ini dirancang bukan sekadar bacaan pasif. Di dalamnya, Anda akan menemukan fokus materi yang tajam, perbandingan antarperspektif, dan ajakan untuk mengoperasikan teori melalui studi kasus kontemporer, dari invasi, perang dagang, hingga perubahan iklim. Tujuannya satu: menjadikan teori sebagai alat analisis yang praktis, relevan, dan membumi. Saya berharap, setelah mengikuti alur diktat ini, Anda tidak hanya mampu memetakan The Great Debates, tetapi juga memiliki kepekaan kritis dan keberanian intelektual untuk merajut benang merah dari Realisme klasik hingga dekolonisasi HI.

Ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada seluruh kolega, asisten, dan mahasiswa yang telah memberikan masukan berharga selama proses penyusunan. Terima kasih pula kepada keluarga atas kesabaran dan dukungannya. Diktat ini tentu masih memiliki kekurangan, ibarat peta yang selalu bisa dilengkapi. Karena itu, kritik dan saran dari para pembaca sangat saya nantikan demi penyempurnaan di masa mendatang.

Akhir kata, selamat menyelami samudra pemikiran HI. Nikmati setiap perdebatan, sebab di sanalah ilmu pengetahuan bermula. Semoga diktat ini menjadi bekal yang bermanfaat dalam perjalanan akademik Anda, sekaligus menjadi pengingat bahwa teori yang paling indah adalah teori yang mampu menjelaskan realitas zamannya, dan menggerakkan kita menuju dunia yang lebih adil.

Selamat membaca, selamat berpikir, selamat berdiskusi!

Penulis

Cileungsi City – Bogor Resident – West Java

DAFTAR ISI

PRAKATA ii

DAFTAR ISI iv

DAFTAR TABEL x

Pertemuan 1 Pendahuluan, Apakah Teori Itu dan Mengapa Kita Membutuhkannya? 1

1 Pendahuluan 1

2 Apa Itu Teori HI? 2

2.1 Definisi dan Komponen Teori 2

2.2 Mengapa Teori Dibutuhkan? 3

3 Hubungan Antara Teori, Sejarah, dan Praktik 4

3.1 Teori dan Sejarah 4

3.2 Teori dan Praktik 5

3.3 Teori, Sejarah, dan Praktik dalam Konteks Indonesia 6

4 Peta Besar Tradisi Pemikiran HI 6

4.1 Perdebatan Pertama 7

4.2 Perdebatan Kedua 8

4.3 Perdebatan Ketiga 9

4.4 Perdebatan Keempat 10

4.5 Tabel Ringkasan The Great Debates 10

4.6 Kritik terhadap Narasi The Great Debates 11

5 Paradigma, Perspektif, dan Worldview 11

5.1 Paradigma 11

5.2 Perspektif 12

5.3 Worldview 13

5.4 Tabel Perbandingan 13

6 Penutup 14

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 15

Daftar Pustaka 16

Pertemuan 2 Tradisi Klasik, Realisme dan Neorealisme 19

1 Pendahuluan 19

2 Menelusuri Akar Filsafat Realisme Klasik 19

2.1 Thucydides (c. 460–400 SM) 20

2.2 Niccolò Machiavelli (1469–1527) 21

2.3 Thomas Hobbes (1588–1679) 21

3 Fondasi Realisme Klasik 22

3.1 Enam Prinsip Realisme Politik 22

3.2 Kritik Terhadap Realisme Klasik 23

4 Neorealisme/Realisme Struktural 24

4.1 Anarki dan Struktur Sistem Internasional 24

4.2 Logika Balancing dan Stabilitas Sistem 25

4.3 Keterbatasan dan Kritik terhadap Neorealisme 26

5 Potret Komparatif: Realisme Klasik vs. Neorealisme 26

6 Realisme dalam Praktek 27

6.1 Studi Kasus Global 1 27

6.2 Studi Kasus Global 2 27

6.3 Studi Kasus Indonesia 28

6.4 Studi Kasus Indonesia (2) 29

7 Penutup 29

8 Soal-Soal Esai Evaluasi 29

Daftar Pustaka 31

Pertemuan 3 Tradisi Liberal, Idealisme hingga Neoliberalisme 32

1 Pendahuluan 32

2 Akar Liberalisme Klasik 33

2.1 Immanuel Kant (1724–1804) 33

2.2 Jeremy Bentham dan Utilitarianisme dalam HI 34

2.3 Woodrow Wilson 34

3 Kebangkitan Neoliberalisme Institusional 35

3.1 Robert Keohane dan After Hegemony (1984) 35

3.2 Interdependensi Kompleks 36

3.3 Rezim Internasional 37

3.4 Neoliberalisme vs. Neorealisme 38

3.5 Soft Power 39

4 Liberalisme dalam Praktek 39

4.1 Studi Kasus Global 1 39

4.2 Studi Kasus Global 2 40

4.3 Studi Kasus Indonesia (1) 40

4.4 Studi Kasus Indonesia (2) 41

5 Kritik terhadap Liberalisme 41

6 Penutup 42

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 43

Daftar Pustaka 44

Pertemuan 4 Mazhab Inggris (The English School), Jalan Tengah? 46

1 Pendahuluan 46

2 Arsitektur Konseptual 47

2.1 Sistem Internasional 47

2.2 Masyarakat Internasional 48

2.3 Masyarakat Dunia 49

2.4 Triad Konseptual 50

3 Arsitek Mazhab Inggris 51

3.1 Hedley Bull 51

3.2 Adam Watson 53

3.3 Barry Buzan 53

4 Mazhab Inggris dan Teori-Teori Lain 54

4.1 Mazhab Inggris dan Konstruktivisme 54

4.2 Debat Pluralis-Solidaris 55

4.3 Kritik terhadap Mazhab Inggris 56

5 Relevansi Kontemporer 56

5.1 Kasus Global 56

5.2 Kasus Regional 57

5.3 Kasus Indonesia 57

6 Penutup 58

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 58

Daftar Pustaka 60

Pertemuan 5 Konstruktivisme, Dunia sebagai Bentukan Sosial 62

1 Pendahuluan 62

2 Fondasi Meta-Teoretis 63

2.1 Ontologi 63

2.2 Epistemologi 64

2.3 Konstruktivisme sebagai Jalan Tengah 64

3 "Anarchy is What States Make of It" 65

3.1 Mendekonstruksi Asumsi Neorealisme 65

3.2 Proses Pembentukan Identitas dan Kepentingan 66

3.3 Struktur Ideasional dan Tiga Budaya Anarki 66

4 Logika Konsekuensi vs. Logika Kesesuaian 67

4.1 Logika Konsekuensi 67

4.2 Logika Kesesuaian 68

4.3 Implikasi untuk Analisis HI 68

5 Epistemic Community dan Siklus Hidup Norma 69

5.1 Epistemic Community 69

5.2 Siklus Hidup Norma 70

5.3 Studi Kasus 71

6 Konstruktivisme dalam Praktek 71

6.1 Kasus Global 1 71

6.2 Kasus Global 2 72

6.3 Kasus Indonesia (1) 73

6.4 Kasus Indonesia (2) 73

7 Penutup 74

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 74

Daftar Pustaka 76

Pertemuan 6 Teori Kritis dan Emansipasi 78

1 Pendahuluan 78

2 Mazhab Frankfurt 79

3 Problem-Solving vs. Critical Theory 80

3.1 Problem-Solving Theory 80

3. 2 Critical Theory 81

4 Andrew Linklater 82

4.1 Dari Warga Negara ke Warga Dunia 82

4.2 Perbandingan Kontribusi Cox dan Linklater 84

5 Relevansi Kontemporer 84

5.1 Kasus Global 84

5.2 Kasus Indonesia (1) 85

5.3 Kasus Indonesia (2) 85

6 Penutup 86

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 87

Daftar Pustaka 88

Pertemuan 7 Diskusi & Pendalaman Kasus, Menguji Perspektif Realis, Liberalis, dan Konstruktivis 89

1 Pendahuluan 89

2 Rekapitulasi Singkat 89

2.1 Realisme (Klasik dan Struktural) 90

2.2 Liberalisme (terutama Neoliberal Institusionalisme) 90

2.3 Konstruktivisme 90

3 Studi Kasus 1 91

3.1 Melalui Lensa Realisme 91

3.2 Melalui Lensa Liberalisme 92

3.3 Melalui Lensa Konstruktivisme 93

4 Studi Kasus 2 94

4.1 Melalui Lensa Realisme 95

4.2 Melalui Lensa Liberalisme 95

4.3 Melalui Lensa Konstruktivisme 96

5 Refleksi Komparatif 97

6 Implikasi bagi Indonesia 98

7 Penutup 99

8 Soal-Soal Esai Evaluasi (untuk Latihan atau UTS) 100

Daftar Pustaka 101

Pertemuan 8 Ujian Tengah Semester (UTS) 102

1 Pendahuluan 102

2 Rekapitulasi Esensial 103

2.1 Pertemuan 1 Pendahuluan, Apakah Teori Itu dan Mengapa Kita Membutuhkannya? 103

2.2 Pertemuan 2 Tradisi Klasik, Realisme dan Neorealisme 103

2.3 Pertemuan 3 Tradisi Liberal, Idealisme hingga Neoliberalisme 104

2.4 Pertemuan 4 Mazhab Inggris, Jalan Tengah? 105

2.5 Pertemuan 5 Konstruktivisme, Dunia sebagai Bentukan Sosial 105

2.6 Pertemuan 6 Teori Kritis dan Emansipasi 106

2.7 Pertemuan 7 Diskusi & Pendalaman Kasus 106

3 Panduan Mengikuti UTS 107

4 Soal-Soal Ujian Tengah Semester (UTS) 108

Daftar Pustaka 109

Pertemuan 9 Feminisme dan Gender dalam HI 111

1 Pendahuluan 111

2 Membongkar Mitos 112

2.1 Realisme 112

2.2 Neoliberalisme 113

2.3 Konstruktivisme 113

3 Dua Arsitek Feminisme HI 113

3.1 J. Ann Tickner 114

3.2 Cynthia Enloe 115

4 Gender sebagai Perspektif Analitis 116

4.1 Apa Itu Gender? 116

4.2 Maskulinitas Hegemonik dan Operasinya dalam HI 117

4.3 Pertanyaan Inti Perspektif Feminis HI 117

5 Relevansi Kontemporer 118

5.1 Kasus Global 118

5.2 Kasus Indonesia 119

6 Penutup 120

7 Soal-Soal Esai Evaluasi 121

Daftar Pustaka 122

Pertemuan 10 Pascastrukturalisme dan Pascakolonialisme 124

1 Pendahuluan 124

2 Pascastrukturalisme 125

2.1 Fondasi 125

2.2 Jacques Derrida dan Dekonstruksi 126

2.3 Michel Foucault 126

2.4 Aplikasi dalam HI 127

3 Pascakolonialisme 128

3.1 Kritik terhadap Eurosentrisme dalam HI 128

3.2 Edward Said dan Orientalisme 128

3.3 Gayatri Chakravorty Spivak dan "Yang Subaltern" 129

3.4 Homi K. Bhabha 129

3.5 Aplikasi dalam HI 130

4 Relevansi Kontemporer 130

4.1 Kasus Global 130

4.2 Kasus Indonesia (1) 131

4.3 Kasus Indonesia (2) 132

4.4 Kasus Indonesia (3) 132

5 Penutup 133

6 Soal-Soal Esai Evaluasi 134

Daftar Pustaka 135

Pertemuan 11 Teori Hijau (Green Theory) & Keamanan Non-Tradisional 137

1 Pendahuluan 137

2 Fondasi Filosofis 138

2.1 Antroposentrisme 138

2.2 Ekosentrisme 139

2.3 Pemikir Kunci 139

3 Konsekuensi Analitis 140

3.1 Keamanan Non-Tradisional dan Keamanan Ekologis 140

3.2 Kritik terhadap Sustainable Development 140

4 Relevansi Politik Kontemporer 141

4.1 Kasus Global 141

4.2 Kasus Global 142

4.3 Kasus Indonesia (1) 142

4.4 Kasus Indonesia (2) 143

5 Penutup 144

6 Soal-Soal Esai Evaluasi 144

Daftar Pustaka 145

Pertemuan 12 Teori-Teori "Non-Barat" dan Dekolonisasi Hubungan Internasional 147

Bagian 1 Pendahuluan 147

1 Membongkar Mitos 148

2 Dari Hegemoni ke Dekolonisasi 149

Bagian 2 Memetakan Pemikiran HI dari Dunia Ketiga 150

1 Tradisi Amerika Latin 150

2 Perspektif Afrika 152

3 Tradisi Pemikiran Asia 154

Bagian 3 Menerjemahkan Konsep Kunci 156

Bagian 4 Membangun Perspektif Indonesia dalam Global IR 157

Bagian 5 Penutup 160

Lima Soal Esai untuk Mengukur Daya Serap 161

Daftar Pustaka 162

Pertemuan 13 Studi Kasus Kontemporer, Mengoperasikan Teori 164

1 Pendahuluan 164

2 Sekilas tentang Empat Lensa 165

2.1 Realisme 165

2.2 Liberalisme 165

2.3 Konstruktivisme 165

2.4 Teori Kritis 166

3 Studi Kasus 166

3.1 Melalui Lensa Realisme 166

3.2 Melalui Lensa Liberalisme 167

3.3 Melalui Lensa Konstruktivisme 168

3.4 Melalui Lensa Teori Kritis 169

3.5 Perbandingan Sistematis Empat Perspektif 170

4 Relevansi Indonesia 172

5 Penutup 173

6 Soal-Soal Esai Evaluasi 173

Daftar Pustaka 175

Pertemuan 14 Review Akhir Semester & UAS 176

1 Pendahuluan 176

2 Peta Perjalanan Intelektual 176

2.1 Fondasi dan Perdebatan Besar (Pertemuan 1–3) 176

2.2 Jalan Tengah, Revolusi Konstruktivis, dan Kritik Emansipatoris (Pertemuan 4–6) 177

2.3 Suara-Suara dari Pinggiran (Pertemuan 7–11) 177

2.4 Sintesis dan Aplikasi (Pertemuan 12–13) 178

3 Merajut Benang Merah: Empat Wawasan Integratif 178

3.1 Tidak Ada Satu Teori yang Sempurna 178

3.2 Struktur dan Agensi Selalu Berinteraksi 179

3.3 “Fakta” Tidak Pernah Berbicara Sendiri 179

3.4 HI adalah Disiplin yang Hidup dan Terus Berkembang 179

4 Panduan Menghadapi UAS 180

5 Soal-Soal Ujian Akhir Semester (UAS) 181

6 Penutup 182

Daftar Pustaka 183

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Ringkasan The Great Debates 10

Tabel 2 Perbandingan Paradigma, Perspektif, Worldview 13

Tabel 3 Tabel Komparasi Realisme Klasik vs. Neorealisme 26

Tabel 4 Neoliberalisme vs. Neorealisme 38

Tabel 5 Ringkasan Perbandingan Triad Konseptual 50

Tabel 6 Perbandingan Kunci 82

Tabel 7 Perbandingan Kontribusi Cox dan Linklater 84

Tabel 8 Perbandingan Sistematis Empat Perspektif 171


Konten

Teori Hubungan Internasional