Kali ini mari kita bahasa sebuah pertanyaan yang sangat dalam, sangat gelap, dan sangat penting. Mari kita acak-acak sebuah "hukum besi" yang katanya, mau tidak mau, suka tidak suka, akan selalu terjadi dalam setiap organisasi manusia, termasuk organisasi yang paling demokratis dan paling idealis sekalipun. Teori itu adalah The Iron Law of Oligarchy, atau dalam bahasa kita, Hukum Besi Oligarki.
Ini adalah teori yang bisa membuat kita pesimis terhadap demokrasi. Ia berkata: "Semua organisasi, pada akhirnya, akan dikuasai oleh segelintir orang. Selalu begitu. Tak terelakkan." Tapi, justru dengan memahaminya, kita bisa waspada. Kita bisa melawan.
Fenomena Politik yang Melahirkan "Kecurigaan Gelap"
Setiap teori lahir dari sebuah pengalaman konkret. Iron Law of Oligarchy lahir bukan dari menara gading, tetapi dari kekecewaan dan pengamatan langsung seorang pemuda idealis terhadap partai politik yang dicintainya.
1 Eropa di Awal Abad ke-20
Kita harus kembali ke Eropa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ini adalah era ketika partai-partai politik massa modern lahir. Sebelumnya, partai hanyalah klub-klub longgar para elite di parlemen. Namun, dengan meluasnya hak pilih, terutama bagi kelas pekerja, muncullah partai-partai dengan anggota jutaan orang, cabang di mana-mana, surat kabar sendiri, dan birokrasi internal yang kompleks.
Partai yang paling menonjol dalam fenomena ini adalah Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD). SPD adalah partai kelas pekerja yang sangat idealis. Tujuannya mulia: membebaskan kaum buruh dari penindasan kapitalisme, menciptakan masyarakat tanpa kelas yang egaliter dan demokratis. SPD adalah organisasi terbesar, terkaya, dan paling terorganisir dalam gerakan sosialis internasional. Ia adalah "mahkota" dari Internasionale Kedua.
Kali ini mari kita bahasa sebuah pertanyaan yang sangat dalam, sangat gelap, dan sangat penting. Mari kita acak-acak sebuah "hukum besi" yang katanya, mau tidak mau, suka tidak suka, akan selalu terjadi dalam setiap organisasi manusia, termasuk organisasi yang paling demokratis dan paling idealis sekalipun. Teori itu adalah The Iron Law of Oligarchy, atau dalam bahasa kita, Hukum Besi Oligarki.
Ini adalah teori yang bisa membuat kita pesimis terhadap demokrasi. Ia berkata: "Semua organisasi, pada akhirnya, akan dikuasai oleh segelintir orang. Selalu begitu. Tak terelakkan." Tapi, justru dengan memahaminya, kita bisa waspada. Kita bisa melawan.
Fenomena Politik yang Melahirkan "Kecurigaan Gelap"
Setiap teori lahir dari sebuah pengalaman konkret. Iron Law of Oligarchy lahir bukan dari menara gading, tetapi dari kekecewaan dan pengamatan langsung seorang pemuda idealis terhadap partai politik yang dicintainya.
1 Eropa di Awal Abad ke-20
Kita harus kembali ke Eropa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ini adalah era ketika partai-partai politik massa modern lahir. Sebelumnya, partai hanyalah klub-klub longgar para elite di parlemen. Namun, dengan meluasnya hak pilih, terutama bagi kelas pekerja, muncullah partai-partai dengan anggota jutaan orang, cabang di mana-mana, surat kabar sendiri, dan birokrasi internal yang kompleks.
Partai yang paling menonjol dalam fenomena ini adalah Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD). SPD adalah partai kelas pekerja yang sangat idealis. Tujuannya mulia: membebaskan kaum buruh dari penindasan kapitalisme, menciptakan masyarakat tanpa kelas yang egaliter dan demokratis. SPD adalah organisasi terbesar, terkaya, dan paling terorganisir dalam gerakan sosialis internasional. Ia adalah "mahkota" dari Internasionale Kedua.