Timbang Ulang Demokrasi Indonesia, Pelajaran dari Plato


Deskripsi

Saat ini kata Demokrasi selalu jadi bahan tulisan, polemik, dan diskusi di Indonesia. Sementara pihak menyatakan bahwa Demokrasi bukan lagi jawaban untuk mengatasi persoalan-persoalan kronis di Indonesia. Dengan demikian, tiba saat bagi esai ini melakukan timbang-ulang sistem pemerintahan Indonesia. Timbang ulang tersebut tidaklah “asal bunyi” karena ternyata banyak yang bisa kita pelajari dari Plato.

Demokrasi telah lama dianggap sebagai sistem pemerintahan terbaik yang tersedia bagi umat manusia. Namun, pengalaman Indonesia selama lebih dari dua dekade pascareformasi menunjukkan bahwa demokrasi elektoral tidak serta-merta menghasilkan pemerintahan yang adil, kompeten, dan berpihak pada kepentingan rakyat. 

Fenomena oligarki, politik transaksional, dan kemunduran kualitas demokrasi yang terdokumentasi secara luas menggemakan kritik fundamental yang diajukan Plato lebih dari dua milenium lalu: bahwa pemerintahan oleh banyak orang (hoi polloi) cenderung merosot menjadi pemerintahan oleh mereka yang tidak kompeten. Esai ini menelaah kritik Plato terhadap demokrasi, mengujinya dalam konteks Indonesia kontemporer, dan mengeksplorasi berbagai alternatif sistem pemerintahan yang ditawarkan oleh para pemikir politik dari beragam tradisi peradaban, dari dunia Islam, Amerika Serikat, Eropa, Australia, Rusia, hingga Iran. 


Konten

Timbang Ulang Demokrasi Indonesia, Pelajaran dari Plato

Harga

Rp 5.000

Detail Tulisan

Penulis

Seta Basri

Bahasa

Indonesia

Genre

Nonfiksi

Loading...

Timbang Ulang Demokrasi Indonesia, Pelajaran dari Plato


Deskripsi

Saat ini kata Demokrasi selalu jadi bahan tulisan, polemik, dan diskusi di Indonesia. Sementara pihak menyatakan bahwa Demokrasi bukan lagi jawaban untuk mengatasi persoalan-persoalan kronis di Indonesia. Dengan demikian, tiba saat bagi esai ini melakukan timbang-ulang sistem pemerintahan Indonesia. Timbang ulang tersebut tidaklah “asal bunyi” karena ternyata banyak yang bisa kita pelajari dari Plato.

Demokrasi telah lama dianggap sebagai sistem pemerintahan terbaik yang tersedia bagi umat manusia. Namun, pengalaman Indonesia selama lebih dari dua dekade pascareformasi menunjukkan bahwa demokrasi elektoral tidak serta-merta menghasilkan pemerintahan yang adil, kompeten, dan berpihak pada kepentingan rakyat. 

Fenomena oligarki, politik transaksional, dan kemunduran kualitas demokrasi yang terdokumentasi secara luas menggemakan kritik fundamental yang diajukan Plato lebih dari dua milenium lalu: bahwa pemerintahan oleh banyak orang (hoi polloi) cenderung merosot menjadi pemerintahan oleh mereka yang tidak kompeten. Esai ini menelaah kritik Plato terhadap demokrasi, mengujinya dalam konteks Indonesia kontemporer, dan mengeksplorasi berbagai alternatif sistem pemerintahan yang ditawarkan oleh para pemikir politik dari beragam tradisi peradaban, dari dunia Islam, Amerika Serikat, Eropa, Australia, Rusia, hingga Iran. 


Konten

Timbang Ulang Demokrasi Indonesia, Pelajaran dari Plato